BANGKALAN – Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far membuka Focus Group Discussion (FGD) penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo Pratanu Kabupaten Bangkalan, Rabu (23/9/2026).
FGD tersebut menjadi forum evaluasi dan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bangkalan.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika memimpin kegiatan tersebut. Sejumlah pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program turut mengikuti pembahasan untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.
Dalam laporan panitia, pelaksana menekankan pentingnya membangun sinergi antarinstansi dan mitra agar program MBG berjalan dengan baik, aman, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: FGD Inovasi Muda Bandung Dorong Kolaborasi Sosial untuk Percepat Kemajuan Pulau Giligenting
Mewakili Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far menyampaikan amanat sekaligus apresiasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan kepada seluruh mitra dapur yang ikut menjalankan program MBG.
Menurut Fauzan, MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat sehingga seluruh pihak perlu menjalankannya secara bertanggung jawab. Evaluasi terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan program, kata dia, perlu dilakukan secara berkala agar kualitas layanan kepada penerima manfaat terus meningkat.
“MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden yang perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Berbagai hal yang terjadi dalam pelaksanaan program harus menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan pelaksanaannya semakin baik,” ujar Fauzan.
Baca juga: Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Pastikan Standar Gizi dan Operasional Berjalan Optimal
Fauzan juga meminta para pelaksana mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di Kabupaten Bangkalan. Kepala dapur, khususnya, harus memastikan setiap tahapan pengolahan dan penyediaan makanan memenuhi standar keamanan pangan serta kebutuhan gizi penerima manfaat.
Ia menilai keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari tersalurnya makanan kepada masyarakat. Program tersebut juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan asupan gizi.
“Pemenuhan gizi yang baik diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang sekaligus meningkatkan kualitas penerima manfaat,” katanya.
Baca juga: Yayasan Ar-Rasyid Sumenep Siapkan Santunan Anak Yatim dan Duafa
Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap seluruh pihak tidak sekadar berdiskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk menyelesaikan kendala yang muncul dalam pelaksanaan MBG.
Forum tersebut juga diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, Satgas MBG, mitra dapur, dan pihak terkait lainnya sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bangkalan dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan.














