Inter  

Prabowo dan Presiden Mesir Bidik Perdagangan US$5 Miliar pada 2030, Ini Strateginya

Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi membahas target perdagangan Indonesia-Mesir US$5 miliar pada 2030
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi membahas penguatan kerja sama bilateral, termasuk target perdagangan kedua negara mencapai US$5 miliar pada 2030.

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sepakat memperkuat hubungan bilateral dengan menargetkan nilai perdagangan kedua negara mencapai US$5 miliar pada 2030. Target tersebut didukung rencana penguatan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan.

Kesepakatan itu dibahas dalam kunjungan kenegaraan Presiden El-Sisi ke Indonesia pada Minggu (11/10/2026). Pertemuan kedua kepala negara menjadi momentum untuk memperluas kemitraan strategis sekaligus membuka peluang baru bagi dunia usaha Indonesia dan Mesir.

Kerjasama Media

Dalam pernyataan pers bersama di Jakarta, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, bidang ekonomi, terutama bidang perdagangan, investasi,” ujar Prabowo.

Indonesia dan Mesir Dorong Perjanjian Kemitraan Ekonomi

Salah satu langkah yang didorong kedua negara adalah pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) atau perjanjian kemitraan ekonomi. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan, dan membuka peluang investasi bagi pelaku usaha di kedua negara.

Selain itu, Indonesia dan Mesir menyambut inisiatif pembentukan Joint Investment Fund atau dana investasi bersama yang melibatkan lembaga investasi masing-masing negara.

Prabowo menyampaikan bahwa dana tersebut diharapkan dapat mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak.

“Saya juga menyambut baik inisiatif membentuk Joint Investment Fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis,” katanya.

Melalui kedua inisiatif tersebut, Indonesia dan Mesir berupaya memperkuat hubungan ekonomi sekaligus mendorong investasi lintas negara yang lebih produktif.

Target Perdagangan Indonesia-Mesir US$5 Miliar pada 2030

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan bahwa kedua negara telah menyepakati target peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga US$5 miliar pada 2030.

Menurut El-Sisi, potensi ekonomi Indonesia dan Mesir perlu dimanfaatkan secara optimal melalui penguatan hubungan bisnis dan pengurangan hambatan perdagangan.

“Kami sepakat untuk memberikan perhatian khusus pada kerja sama ekonomi dan bisnis, sesuai dengan kemampuan kedua negara yang begitu besar, serta meningkatkan nilai perdagangan hingga US$5 miliar pada 2030 dengan melanjutkan semua upaya untuk menghilangkan berbagai hambatan,” ujar El-Sisi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembicaraan kedua negara mencakup peluang pengembangan proyek prioritas serta perluasan investasi lintas negara.

El-Sisi menilai posisi strategis Mesir dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar ke kawasan Arab, Afrika, dan Eropa. Potensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia sekaligus memperluas hubungan perdagangan dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Empat Kesepakatan Kerja Sama Indonesia dan Mesir

Kunjungan kenegaraan Presiden El-Sisi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan yang ditujukan untuk memperluas hubungan bilateral kedua negara.

Empat bidang yang tercakup dalam kesepakatan tersebut meliputi:

  1. Pembebasan visa, untuk mempermudah perjalanan sesuai ketentuan yang disepakati kedua negara.
  2. Kerja sama statistik, guna memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan data statistik.
  3. Kerja sama perikanan, untuk membuka peluang pengembangan sektor perikanan Indonesia dan Mesir.
  4. Rencana aksi kemitraan strategis (Plan of Action), sebagai kerangka pelaksanaan dan penguatan kerja sama bilateral.

Kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa kemitraan Indonesia dan Mesir tidak hanya diarahkan pada perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup kerja sama sektoral yang lebih luas.

Dengan target perdagangan US$5 miliar pada 2030, dorongan pembentukan EPA, serta rencana dana investasi bersama, kedua negara berupaya membangun hubungan ekonomi yang lebih kuat dan saling menguntungkan.

Implementasi berbagai kesepakatan itu diharapkan membuka peluang ekonomi baru, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, dan memperkuat hubungan Indonesia dengan kawasan Arab, Afrika, serta Eropa.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *