Petani Milenial Sumenep Dorong Inovasi NPK Organik untuk Atasi Kelangkaan Pupuk Kimia

Abd. Halim paparkan inovasi pupuk NPK Organik dalam FGD Komunitas Petani Milenial Sumenep, solusi kelangkaan pupuk kimia
Ketua Petani Milenial Sumenep, Abd. Halim, mempresentasikan pupuk NPK Organik dalam FGD bertema pertanian mandiri

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Komunitas Petani Milenial Sumenep terus berinovasi untuk mengatasi tantangan dalam sektor pertanian, khususnya kelangkaan pupuk kimia. Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Kemandirian Petani melalui Inovasi Pupuk Organik”, mereka memperkenalkan pupuk NPK Organik berbasis mikroba unggulan sebagai solusi ramah lingkungan.

FGD yang berlangsung di Ruang Rapat Tim Ahli Pemkab Sumenep itu turut dihadiri oleh para anggota komunitas, Asisten Tim Ahli Bupati Bidang Pertanian M. Ridwan, serta menghadirkan pakar pertanian Dr. Slamet sebagai narasumber utama.

Ketua Komunitas Petani Milenial Sumenep, Abd. Halim, menyampaikan bahwa pupuk NPK Organik yang dikembangkan tidak hanya menjadi alternatif dari pupuk kimia, tetapi juga mampu memperkuat sistem pertanian berkelanjutan.

“Formulasi pupuk ini mengandalkan mikroba pilihan yang bisa membantu penyerapan fosfat, melawan penyakit tanaman, dan memperbaiki struktur tanah serta kualitas air,” jelas Halim, Selasa (17/6/2025).

“Cara penggunaannya pun mudah, cukup disemprotkan atau digunakan saat perendaman bibit sebelum tanam,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Slamet menekankan pentingnya pendekatan ekologis dalam pertanian masa depan. Ia menyebut, pupuk organik bukan hanya alternatif, melainkan keharusan untuk memulihkan ekosistem tanah yang telah lama terpapar bahan kimia.

“Dengan pupuk NPK Organik, kita mengembalikan kesuburan tanah secara alami. Ini bukan sekadar inovasi, tapi panggilan untuk kembali ke pertanian berwawasan lingkungan,” tegasnya.

Di sisi lain, M. Ridwan mengapresiasi langkah inovatif para petani muda. Ia menilai bahwa perubahan pola pikir dari konsumtif menjadi produktif dan solutif merupakan modal penting untuk masa depan pertanian di Sumenep.

“Petani milenial kini bukan hanya pelaku lapangan, tapi juga pemikir strategis. Mereka menciptakan solusi nyata lewat inovasi pupuk organik ini,” ujar Ridwan.

Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran lingkungan yang tinggi, komunitas Petani Milenial Sumenep membuktikan bahwa transformasi pertanian menuju sistem mandiri dan berkelanjutan bukan sekadar wacana, tapi sedang berjalan nyata.

Baca berita lainnya di Google News dan WhatsApp Channel
atau Telegram Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *