Pemkab Sumenep Gandeng Universitas Brawijaya Susun ASB dan HSPK Tahun Anggaran 2026

Pemkab Sumenep Gandeng Universitas Brawijaya Susun ASB dan HSPK Tahun Anggaran 2026
Pemkab Sumenep Gandeng Universitas Brawijaya Susun ASB dan HSPK Tahun Anggaran 2026

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berupaya meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya (UB) Malang (14/5/2025).

Kolaborasi ini resmi dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Sumenep dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB. Penandatanganan tersebut dilanjutkan dengan kontrak pelaksanaan swakelola bersama Ketua Pelaksana Swakelola, yang dilakukan pada akhir April 2025 di kantor DRPM UB Malang.

Kerja sama ini difokuskan pada penyusunan dokumen Analisis Standar Belanja (ASB) Fisik dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) untuk Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang akan menjadi pedoman penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perangkat daerah di Tahun Anggaran 2026

ASB dan HSPK ini akan menjadi standar harga dalam berbagai pekerjaan konstruksi di lingkungan Pemkab Sumenep, yang bertujuan untuk mewujudkan efisiensi, efektivitas, serta akuntabilitas publik dalam pengelolaan anggaran.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Yogo Prakoso, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan institusi akademik.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan dukungan keilmuan yang dapat langsung diaplikasikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Yogo juga optimis bahwa pendekatan ilmiah dan keahlian dari perguruan tinggi, khususnya Universitas Brawijaya, akan membawa dampak positif bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih berkualitas di Kabupaten Sumenep.

“Semoga kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan tata kelola pembangunan yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *