Pemkab Sumenep Dorong Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Lewat Program Genting

Pemkab Sumenep dorong Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting melalui program Genting
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah menyampaikan penjelasan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program tersebut merujuk pada Surat Edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor 2 Tahun 2026 tertanggal 23 Januari 2026.

Gerakan ini menindaklanjuti Surat Deputi Bidang Pergerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Nomor 269/HL.01.02/G4/2025 tentang konsolidasi pelaksanaan Genting.

Genting merupakan program nasional Kemendukbangga yang bertujuan menurunkan angka tengkes atau stunting di Indonesia. Program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari orang tua asuh, komunitas, organisasi masyarakat, akademisi hingga sektor industri.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menyampaikan bahwa Genting berfokus pada pemberian bantuan kepada keluarga berisiko stunting, khususnya keluarga miskin.

“Melalui Genting, balita berisiko stunting memperoleh dukungan peningkatan gizi dan kesehatan. Keluarganya juga mendapatkan edukasi serta bantuan pemberdayaan,” ujar Ellya Fardasah, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Superflu Bukan Ancaman Serius, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Ia menegaskan, program ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang memprioritaskan keluarga miskin berisiko tengkes sebagai sasaran utama.

Menurutnya, stunting masih menjadi persoalan kesehatan yang kompleks di Indonesia. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang dilakukan secara holistik, integratif, dan berkelanjutan.

Pemkab Sumenep pun mengajak seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga berisiko stunting. Bentuk dukungan dapat berupa bantuan nutrisi maupun non-nutrisi.

Bantuan nutrisi mencakup pemberian makanan siap santap atau kudapan kaya protein hewani selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Skema bantuan antara lain senilai Rp15.000 per hari per anak minimal tiga hingga enam bulan, pemberian dua butir telur per hari selama enam bulan, serta bantuan susu formula.

Selain itu, bantuan non-nutrisi meliputi perbaikan rumah tidak layak huni, perbaikan jamban, penyediaan air bersih, serta edukasi pencegahan stunting bagi remaja, calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga balita.

Ellya menjelaskan, bantuan dapat disalurkan melalui Baznas, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, atau langsung oleh orang tua asuh setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi tim pengendali Genting. Penyaluran bantuan nutrisi dikelola dengan porsi 80 persen untuk bahan makanan dan 20 persen untuk pengelolaan serta distribusi.

“Fasilitasi bantuan di desa juga dapat melalui Kampung Keluarga Berkualitas, Kampung KB Dahsat, dan Tim Pendamping Keluarga setempat,” tegasnya.

Bagi masyarakat dan pemangku kepentingan yang ingin berpartisipasi, pendaftaran Orang Tua Asuh dapat diakses melalui hotline 085196194120 atau laman resmi peduli Genting Kemendukbangga.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *