Pemkab Sumenep Asesmen Ratusan Rumah Rusak Pascabencana Angin Kencang

Tim BPBD Sumenep bersama instansi terkait melakukan asesmen rumah warga rusak akibat bencana angin kencang
Petugas gabungan melakukan asesmen kerusakan rumah warga terdampak angin kencang di Kabupaten Sumenep

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Tim Penanggulangan Bencana bergerak cepat melakukan asesmen terhadap ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

Tim gabungan melakukan pendataan secara menyeluruh dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) penilaian kerusakan bangunan, mulai dari kategori rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, menjelaskan bahwa tim lintas sektor turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil bangunan milik warga terdampak.

“Tim gabungan yang melibatkan BPBD, Dinas Permukiman dan Perhubungan, Dinas PUPR, Polres, Kodim, serta aparat kecamatan dan desa, turun langsung untuk mendata kondisi rumah warga,” ujar Achmad Laili Maulidy, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, asesmen tersebut bertujuan menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penetapan tingkat kerusakan rumah warga terdampak bencana alam.

Menurutnya, hasil asesmen menjadi pijakan penting dalam menyusun langkah pemulihan pascabencana agar berjalan terencana, terkoordinasi, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen mempercepat proses verifikasi dan validasi data agar penanganan pascabencana bisa dilakukan secara tepat dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” terangnya.

Berdasarkan data sementara, bencana angin kencang mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah warga di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Pragaan tercatat sebanyak 178 rumah mengalami kerusakan, Kecamatan Bluto dua rumah mengalami rusak berat, serta Kecamatan Guluk-Guluk delapan rumah terdampak.

Achmad Laili Maulidy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat dan bersama-sama membangun kembali wilayah terdampak agar lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi bencana atau kondisi darurat lainnya,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News dan WhatsApp Channel
atau Telegram Channel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber falihmedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses