Pasar Murah ke-158 Digelar di Mojokerto, Khofifah Dorong Stabilitas Harga Jelang Inflasi

Avatar of Ariel Fauzi
Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pasar Murah ke-158 di Kabupaten Mojokerto
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan beras cadangan pemerintah dalam kegiatan Pasar Murah ke-158 di Balai Desa Ngowo, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/10/2026). (Theo/TIMES Indonesia)

MOJOKERTO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperluas pelaksanaan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi di berbagai daerah.

Terbaru, Pemprov Jatim menggelar Pasar Murah ke-158 sepanjang 2026 di Balai Desa Ngowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/10/2026).

Kerjasama Media

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan membantu menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen.

“Sepanjang 2026, ini Pasar Murah yang ke-158, lalu pasar murah di bulan Oktober ini kita iringkan dengan Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke-81,” kata Khofifah seusai membagikan doorprize kepada warga di lokasi, Minggu (4/10/2026).

Pasar Murah Jatim Berlanjut ke Daerah Lain

Pemprov Jatim tidak hanya menggelar pasar murah di Mojokerto. Kegiatan serupa juga disiapkan di sejumlah daerah lain.

Khofifah menyebut pasar murah berikutnya akan digelar di Blitar dan Magetan. Untuk Magetan, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026.

Menurut Khofifah, pemerataan pelaksanaan pasar murah penting agar masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar murah ini kita maksimalkan untuk melakukan stabilisasi dari kemungkinan potensi inflasi, lalu mendekatkan jangkauan konsumen, sehingga kita memang mencoba menyapa lebih merata daerah-daerah di Jawa Timur,” ujarnya.

Inflasi Jatim September 2026 Capai 3,33 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan perkembangan inflasi Jawa Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang dikutip dalam laporan kegiatan, inflasi Jawa Timur pada September 2026 secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai 3,33 persen.

Sementara itu, inflasi secara bulanan atau month to month (mtm) tercatat sebesar 0,24 persen. Adapun inflasi tahun kalender atau sejak awal tahun hingga September mencapai 2,07 persen.

Pergerakan inflasi tersebut berbeda di setiap daerah di Jawa Timur.

Kediri Catat Inflasi Bulanan Tertinggi

Kota Kediri mencatat inflasi bulanan tertinggi di Jawa Timur pada September 2026, yakni 0,41 persen.

Sementara itu, Kabupaten Tulungagung mencatat inflasi bulanan terendah dengan angka 0,16 persen.

Sejumlah komoditas pangan turut menjadi pendorong kenaikan harga pada periode tersebut. Di antaranya cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Pasar Murah Jaga Keterjangkauan Harga

Melalui Pasar Murah ke-158 Jatim 2026, Pemprov Jatim berupaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Program tersebut sekaligus menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di tengah dinamika inflasi.

Dengan pelaksanaan yang menyasar berbagai daerah, Pemprov Jatim berharap manfaat pasar murah dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *