FALIHMEDIA.COM – Sebuah inovasi luar angkasa kembali dicatat oleh NASA melalui eksperimen canggih bernama MOXIE (Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment). Alat seukuran koper yang terpasang pada wahana Perseverance ini berhasil memproduksi oksigen langsung dari atmosfer Mars.
Teknologi MOXIE mulai diuji sejak Februari 2021. Hingga Agustus 2023, alat ini telah beroperasi sebanyak 16 kali dan menghasilkan total 122 gram oksigen, setara dengan kebutuhan napas seekor anjing kecil selama 10 jam.
Menurut laporan NASA, pada kondisi terbaiknya MOXIE mampu memproduksi 12 gram oksigen per jam dengan tingkat kemurnian hingga 98%, jauh melampaui target awal para ilmuwan. Bahkan pada pengujian terakhirnya tanggal 7 Agustus 2023, MOXIE masih mampu menghasilkan 9,8 gram oksigen.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal (ISRU) untuk mendukung kehidupan manusia di luar Bumi bukan lagi sekadar teori. Wakil Administrator NASA, Pam Melroy, menyebut capaian ini sebagai tonggak penting dalam upaya eksplorasi ruang angkasa:
“Performa MOXIE yang luar biasa menunjukkan bahwa mengekstraksi oksigen dari atmosfer Mars sangat mungkin dilakukan. Teknologi ini bisa menyediakan udara yang dapat dihirup dan bahkan bahan bakar roket bagi para astronot di masa depan,” ujarnya.
Selain itu, keberhasilan MOXIE dianggap krusial untuk mewujudkan rencana jangka panjang NASA, yaitu membangun ekonomi Bulan serta memperluas kehadiran manusia di Mars.
Para ilmuwan di MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang merancang instrumen ini juga menekankan bahwa pengujian MOXIE telah memberikan wawasan berharga tentang cara teknologi dapat berfungsi dalam kondisi ekstrem di Planet Merah.
Dengan tercapainya seluruh target teknis, eksperimen ini membawa umat manusia selangkah lebih dekat menuju kolonisasi Mars, di mana para astronot dapat hidup dengan memanfaatkan sumber daya lokal planet tersebut.














