JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyalurkan bantuan logistik dan peralatan kepada masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores. Kali ini, bantuan menjangkau warga di Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, yang berada di Pulau Sukun.
BNPB melalui Posko Pendamping Nasional (Pospenas) di Maumere mengirimkan bantuan tersebut pada Minggu (23/8/2026). Pengiriman menjadi kali kedua untuk masyarakat Pulau Sukun yang menghadapi keterbatasan akses transportasi dan komunikasi pascagempa.
Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, memimpin langsung penyaluran bantuan. Tim membawa bantuan menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan dan mendaratkannya di lapangan Desa Samporong.
Sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak gempa M 7,7 Flores tinggal di wilayah tersebut. Masyarakat menyambut kedatangan tim BNPB yang membawa sejumlah kebutuhan untuk mendukung penanganan darurat.
BNPB Bawa Starlink ke Pulau Sukun
Salah satu dukungan penting yang BNPB kirimkan berupa perangkat internet berbasis satelit Starlink. Peralatan tersebut membantu menjawab persoalan komunikasi yang selama ini dihadapi masyarakat Pulau Sukun.
Sebelum mendapatkan dukungan jaringan satelit, warga harus menuju lokasi dengan dataran lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat ketika harus berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak di luar pulau.
Kehadiran internet berbasis satelit diharapkan membuat komunikasi masyarakat lebih mudah dan stabil. Jaringan tersebut juga dapat mendukung koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, masyarakat, serta petugas penanganan darurat.
Selain perangkat komunikasi, BNPB membawa paket medis dan obat-obatan. Bantuan tersebut memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sebelumnya telah mendapatkan dukungan tenaga medis di lokasi.
Bantuan Logistik Sebelumnya Dikirim Lewat Kapal Cepat
BNPB dan pemerintah daerah sebelumnya telah mengirimkan bantuan ke Pulau Sukun pada Jumat (21/8/2026) menggunakan kapal cepat.
Penyaluran tersebut bertujuan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski kondisi geografis dan akses transportasi menjadi tantangan.
Bantuan yang telah disalurkan mencakup beras, paket sembako, minyak goreng, air mineral, minyak kayu putih, selimut, telur, popok bayi, losion antinyamuk, terpal, mi instan, sabun, pasta gigi, tikar, suplemen kesehatan, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Penyaluran bantuan melalui jalur udara dan laut menunjukkan upaya pemerintah menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan yang sulit diakses.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
BNPB mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski aktivitas gempa susulan cenderung menurun, warga tetap perlu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah dan pihak sekolah mempersiapkan pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) secara bertahap ketika kondisi memungkinkan.
Untuk sementara, kegiatan belajar dapat berlangsung di lokasi yang aman, seperti tenda darurat atau ruang terbuka di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah dan pihak sekolah perlu memastikan kondisi bangunan serta lingkungan sekolah aman sebelum kembali menggelar pembelajaran di dalam gedung.
Kembalinya aktivitas belajar diharapkan membantu anak-anak mendapatkan rutinitas sekaligus memulihkan rasa aman setelah menghadapi situasi darurat.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur terkait untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Koordinasi tersebut juga mempertimbangkan kondisi geografis setiap wilayah dan perkembangan kebutuhan warga di lapangan.
Penyaluran bantuan hingga Pulau Sukun menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak gempa Flores mendapatkan perlindungan dan dukungan. Upaya lintas sektor diharapkan mempercepat pemulihan sekaligus membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan tangguh.
















