Pramuka Sumenep Siapkan Strategi Hadapi Generasi Alpha Menuju 2030

Sarasehan Kwarcab Pramuka Sumenep membahas strategi menghadapi generasi Alpha menuju 2030
Sarasehan Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep membahas strategi pembinaan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi menuju 2030.

SUMENEP – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep mendorong perubahan pola pembinaan anggota untuk menghadapi perkembangan teknologi dan karakter generasi muda yang terus berubah.

Dorongan tersebut mengemuka dalam sarasehan memperingati Hari Pramuka ke-65 yang mengangkat tema “Pramuka 2030: Bertahan, Berubah, atau Ditinggalkan” pada Senin (31/8/2026).

Forum itu membahas tantangan Gerakan Pramuka dalam mempertahankan perannya sebagai organisasi pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio, menghadiri kegiatan tersebut mewakili Bupati Sumenep sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Joko menyampaikan bahwa Pramuka harus berani melakukan perubahan secara bertahap agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Pramuka pada 2030, jika tidak ingin ditinggalkan, harus berani berubah agar bisa terus bertahan. Kita saat ini berhadapan dengan generasi alpha dan bersiap membina generasi beta yang memiliki karakteristik jauh berbeda dari generasi terdahulu,” ujar Joko saat menyampaikan sambutan Bupati Sumenep.

Menurut Joko, generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital, media sosial, dan kecerdasan buatan. Mereka dapat memperoleh informasi dalam waktu singkat melalui perangkat yang berada di tangan.

Kondisi tersebut, kata dia, menuntut Gerakan Pramuka menyesuaikan metode pembinaan tanpa menghilangkan nilai dasar kepramukaan.

Pramuka, lanjut Joko, dapat memanfaatkan media audio-visual dan teknologi interaktif untuk menyampaikan materi kepada anggota. Inovasi tersebut harus tetap menjaga prinsip dan pakem dasar organisasi.

Andalan Cabang Gerakan Pramuka Sumenep, Haryono, yang mewakili Ketua Kwarcab Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi, menilai perubahan zaman bukan hal baru bagi Gerakan Pramuka.

Menurut Haryono, Pramuka telah menghadapi berbagai perubahan selama lebih dari enam dekade. Karena itu, organisasi tersebut harus kembali beradaptasi dengan karakter generasi muda saat ini.

“Selama lebih dari 60 tahun, Pramuka selalu adaptif terhadap perubahan era. Jati diri Pramuka bukan sekadar terletak pada seragamnya, melainkan pada sikap, kemandirian, dan kedisiplinan para anggotanya,” kata Haryono.

Ia menilai pola pembinaan yang diterapkan pada masa lalu belum tentu menarik bagi generasi yang tumbuh bersama teknologi digital.

Haryono juga mengajak jajaran pembina dan pelatih mengevaluasi materi kepramukaan yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan anggota.

Sejumlah materi seperti sandi, semaphore, tali-temali, hingga berbagai permainan kepramukaan perlu dikemas secara lebih kreatif agar mampu bersaing dengan berbagai aktivitas digital yang dekat dengan anak muda.

“Kita tidak bisa memaksa adik-adik untuk mengikuti pembinaan seperti zaman dulu. Karenanya, melalui kegiatan sarasehan saat ini kita bedah bersama para narasumber dan peserta sarasehan,” ujarnya.

Sarasehan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur Bidang Bela Negara dan Gugus Depan Perguruan Tinggi, Zamzami Sabiq.

Sejumlah narasumber lain turut memberikan pandangan, di antaranya Andalan Cabang Kak Hasik, Sekretaris Kwarcab Sumenep Kak Moh. Ramli, serta Wakil Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Sumenep Kak Khaeru Ahmadi.

Peserta sarasehan berasal dari berbagai unsur Gerakan Pramuka, mulai Pramuka Penegak, Pandega, pembina hingga pelatih.

Melalui forum tersebut, Kwarcab Sumenep berharap muncul rekomendasi konkret untuk memperkuat arah pembinaan Pramuka menuju 2030.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada bagaimana Pramuka mempertahankan tradisi, tetapi juga mencari cara agar nilai kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter tetap menarik bagi generasi yang semakin akrab dengan teknologi.

Dengan demikian, Gerakan Pramuka Sumenep diharapkan mampu memasuki era 2030 sebagai organisasi yang tetap memiliki jati diri sekaligus mampu menjawab kebutuhan generasi muda.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *