SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi seluruh pengawas madrasah se-Kabupaten Sumenep, mulai Rabu (4/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Workshop MAN setempat dan diikuti seluruh pengawas madrasah sebagai upaya memperkuat peran strategis pengawas dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi madrasah sangat bergantung pada peran pengawas yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pendidikan.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta mendorong perubahan paradigma pengawasan dari sekadar formalitas administratif menjadi pendampingan yang lebih bermakna dan berdampak langsung bagi satuan pendidikan.
“Pengawas harus menjadi motor penggerak peningkatan mutu madrasah melalui pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi perkembangan madrasah,” ujar Abdul Wasid kepada Media Center Diskominfo Sumenep, Kamis (5/2/2026).
Bimtek yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 4–5 Februari 2026, menghadirkan Fasilitator Nasional dari Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber utama.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pendalaman materi mengenai teknik supervisi humanis, penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Melalui bimtek ini, Kemenag Sumenep berharap pengawas madrasah mampu mengimplementasikan KBC secara efektif dan berkelanjutan, sehingga tercipta iklim pendidikan yang lebih inklusif, berkarakter, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.













