SERANG – Polres Serang memperkuat kemitraan dengan kalangan ulama dan pondok pesantren untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi yakni mengunjungi dua pondok pesantren di Kabupaten Serang, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan tersebut menyasar Pondok Pesantren (Ponpes) Sohibul Muslimin di Kecamatan Tunjung Teja dan Ponpes Tebuireng 8 di Kecamatan Petir. Melalui silaturahmi ini, kepolisian ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan tokoh agama sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Serang bersama sejumlah pejabat utama Polres Serang, Kapolsek Petir AKP Priyanto, serta Kasubsektor Tunjung Teja Iptu Taufik memulai kunjungan di Ponpes Sohibul Muslimin sekitar pukul 13.40 WIB.
Pimpinan pesantren, KH Tairman Elon, menyambut langsung kedatangan rombongan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Ponpes Tebuireng 8 di Kecamatan Petir sekitar pukul 15.00 WIB. Pimpinan pesantren KH Ahmad Kiswini turut menyambut kedatangan Kapolres Serang beserta jajaran.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Tunjung Teja Ade Ivan Munasyah, Sekretaris Kecamatan Tunjung Teja Nahril Ulum, dan Kepala Desa Tunjung Teja Endang Mubarok.
Kapolres Ajak Ulama Bangun Suasana Kondusif
Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi mengatakan, komunikasi dengan ulama dan pengasuh pesantren memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan damai.
Menurutnya, kepolisian tidak dapat menjalankan tugas menjaga keamanan secara maksimal tanpa dukungan masyarakat dan berbagai elemen sosial, termasuk tokoh agama.
“Melalui silaturahmi ini, kami ingin mempererat komunikasi dan membangun sinergitas dengan para ulama. Kami menyadari bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, kemitraan dengan kalangan pesantren juga membantu kepolisian mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Bobby menilai pendekatan keagamaan dan komunikasi yang humanis dapat memperkuat persatuan sekaligus mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.
Ulama Diminta Tangkal Informasi Provokatif
Selain membahas keamanan lingkungan, Kapolres Serang mengajak para ulama ikut menyampaikan pesan perdamaian dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial.
Ia mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap informasi perlu melalui proses klarifikasi dan verifikasi agar tidak memicu kesalahpahaman maupun keresahan publik.
“Kami berharap para ulama dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak menyikapi setiap informasi. Kedepankan klarifikasi dan verifikasi fakta sebelum mempercayai maupun menyebarkannya, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pesantren Dukung Persatuan dan Kedamaian
Pimpinan Ponpes Sohibul Muslimin KH Tairman Elon dan pimpinan Ponpes Tebuireng 8 KH Ahmad Kiswini menyambut positif langkah Kapolres Serang yang membangun komunikasi langsung dengan lingkungan pesantren.
Keduanya berharap hubungan baik antara kepolisian dan kalangan ulama terus terjaga sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Para pengasuh pesantren juga menyatakan kesiapan untuk ikut menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian melalui pendidikan serta penyampaian pesan-pesan keagamaan.
“Kami, para pimpinan pondok pesantren, memiliki komitmen untuk ikut menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian di tengah masyarakat melalui pesan-pesan keagamaan,” ungkap keduanya.
Melalui kolaborasi tersebut, Polres Serang berharap ulama, pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus bersinergi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, harmonis, dan kondusif di Kabupaten Serang.















