SUMENEP – Setelah melalui proses panjang yang penuh tantangan dan kerja keras, Hamad, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, sukses meraih Juara I Lomba Puisi Gaya Bung Karno 2025 tingkat se-Madura. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Posisi Juara II diraih oleh Vina Nabila Hanun dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, disusul oleh Aril Saputra, juga dari pondok yang sama, sebagai Juara III. Selanjutnya, Fathor Rosy dari Pemerintah Desa Gapura Timur menempati posisi keempat, Achmad Ibanul Hakim dari Bappeda Sumenep sebagai Juara V, dan Bagus Ghafar dari Prokopim Pemkab Sumenep di posisi keenam.
Usai menerima penghargaan pada Kamis (12/6/2025), Hamad mengungkapkan rasa syukurnya. Ia meyakini keberhasilan ini merupakan bentuk hidayah dari Allah SWT serta buah dari latihan intensif dan kesungguhan dalam penampilan.
“Seakan membangkitkan kembali semangat dan cita-cita Bung Karno bagi generasi masa depan,” ungkap Hamad penuh semangat.
Staf Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sumenep ini menambahkan bahwa ia tidak pernah tampil asal-asalan dalam kompetisi.
Vina Nabila Hanun dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sabet Juara 2 Lomba Puisi Gaya Bung Karno 2025 se-Madura, saat menerima penghargaan dari panitia penyelenggara di Pendopo Sumenep
“Kemenangan ini adalah hasil dari proses dan persiapan yang matang,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Vina Nabila Hanun, Juara II yang juga siswa kelas XII MA Al-Amien Prenduan. Meski terbatas oleh waktu dan aktivitas padat di pesantren, Vina tetap berlatih maksimal dibimbing oleh ustadznya.
“Latihan dilakukan semaksimal mungkin, meski waktunya mepet,” ujar Vina, yang sebelumnya juga pernah menjuarai lomba Pidato Bahasa Arab di Malang.
Sementara itu, Kepala Desa Paberasan, Rahman Saleh, mengaku sangat antusias mengikuti lomba karena kecintaannya pada sosok Ir. Soekarno, Sang Proklamator.
“Saya berharap lomba ini mampu menumbuhkan semangat kebangsaan generasi muda,” ucapnya optimis.
Sebagai pemimpin desa, Rahman menekankan pentingnya menjadi panutan. Ia ingin generasi muda memiliki semangat kepemimpinan seperti Bung Karno yang dikenal tegas dan berwibawa.
Semangat para peserta dalam ajang ini memberi energi positif bagi IWO Sumenep selaku penyelenggara. Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, berharap acara serupa di masa mendatang bisa lebih meriah dan mendapat dukungan lebih luas.
“Kami menyadari masih ada kekurangan, namun tiga tahun pelaksanaan lomba ini menjadi bahan evaluasi penting ke depan,” jelasnya.














