Eksekusi Lahan di Perumahan Puri Asih Bekasi Ricuh, Warga Tolak Pengosongan 12 Rumah

Warga menolak eksekusi lahan di Perumahan Puri Asih Sejahtera Bekasi dan memblokade jalan masuk perumahan
Warga Perumahan Puri Asih Sejahtera Bekasi memblokade akses masuk perumahan saat eksekusi lahan oleh aparat, Rabu (7/1/2026)

BEKASI – Proses pengosongan lahan di Perumahan Puri Asih Sejahtera, RT 07/RW 01, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (7/1/2026) pagi, diwarnai ketegangan dan penolakan keras dari warga.

Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bekasi melalui surat Nomor 6551 terkait perintah pengosongan dan penyerahan tanah serta bangunan sebanyak 12 unit rumah kepada PT Taman Puri Indah. Namun, warga menilai pelaksanaan eksekusi tersebut sarat persoalan.

Ketua RT 07 Perumahan Puri Asih Sejahtera, Deny Sas, menyampaikan bahwa warga menolak eksekusi karena menduga adanya kesalahan objek sengketa dan alamat dalam putusan pengadilan.

Menurut Deny, kawasan tersebut telah dihuni sejak awal 1980-an dan berdiri sekitar 100 unit rumah dengan izin resmi. Ia mempertanyakan proses lelang yang disebut-sebut sebagai dasar kepemilikan, sebab warga yang telah puluhan tahun menempati kawasan itu tidak pernah dilibatkan.

“Kalau memang ini hasil lelang, seharusnya warga juga diberi kesempatan. Kami bukan tinggal di tanah negara atau tanah orang,” tegasnya di lokasi.

Ia juga menyoroti eksekusi yang hanya menyasar 12 rumah, padahal seluruh kawasan berada dalam satu hamparan lahan dengan satu sertifikat. Hal ini dinilai menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga.

Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga berkumpul di depan gerbang perumahan dan memblokade akses masuk. Mereka membentangkan spanduk penolakan serta menyuarakan protes secara bergantian.

Suasana semakin tegang ketika aparat kepolisian memasuki area perumahan untuk melakukan pengamanan. Adu mulut hingga aksi saling dorong sempat terjadi, menyebabkan beberapa warga terjatuh. Seorang perempuan terlihat menangis dan mengaku menjadi korban pemukulan saat berada di tengah massa.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Bayu Pratama Hubungi turun langsung menemui warga untuk berdialog dan meredam emosi massa. Meski upaya komunikasi dilakukan, warga tetap menyatakan penolakan terhadap eksekusi tersebut.

Hingga pukul 10.00 WIB, ratusan personel kepolisian dan Satpol PP masih berjaga di lokasi guna mengantisipasi situasi yang belum sepenuhnya kondusif.

Baca berita lainnya di Google News dan WhatsApp Channel
atau Telegram Channel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *