Desa Pabian Sumenep Jadi Percontohan Kampung Tertib Lalin

Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Ninit Titis Dewiyani mensosialisasikan Kampung Tertib Lalu Lintas di Desa Pabian, Sumenep, Madura
Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Ninit Titis Dewiyani saat memberikan penjelasan terkait program Kampung Tertib Lalu Lintas di Desa Pabian

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Polres Sumenep tidak hanya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalu Lintas, tetapi menjadikannya momentum penting untuk melahirkan terobosan nyata. Salah satunya melalui penilaian Kampung Tertib Lalu Lintas yang berlangsung di Kampung Satelit, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (12/9/2025).

Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, SIK melalui Kasat Lantas AKP Ninit Titis Dewiyani menegaskan, program ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran dan disiplin berlalu lintas sejak dari lingkungan sosial terkecil, yakni kampung. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya berkelanjutan untuk menyelamatkan nyawa serta masa depan generasi muda.

“Kesadaran berlalu lintas tidak datang seketika. Ia tumbuh dari edukasi yang konsisten dan kebiasaan yang dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu kampung,” ungkap AKP Ninit.

Dipilihnya Kampung Satelit di Desa Pabian bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung keselamatan lalu lintas, terlihat dari pemasangan rambu, penyediaan jalur aman bagi pejalan kaki, hingga partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban jalan.

Lebih lanjut, AKP Ninit menegaskan bahwa kampung tertib lalu lintas bukan hanya soal rambu atau marka jalan, melainkan representasi masyarakat yang sadar bahwa aturan dibuat demi keselamatan bersama.

Dalam penilaian ini, Polres Sumenep melibatkan berbagai pihak, mulai dari Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga tokoh masyarakat. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mencakup kondisi infrastruktur, perilaku warga, serta peran perangkat desa dalam mendukung budaya tertib berlalu lintas.

Harapannya, Desa Pabian bisa menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, sehingga gerakan tertib lalu lintas dapat menyebar lebih luas.

AKP Ninit yang dikenal sebagai polwan berjilbab penuh semangat ini optimis, jika satu kampung berhasil menularkan budaya disiplin lalu lintas, maka perubahan besar bisa terwujud. Pada akhirnya, tingkat kecelakaan di jalan raya dapat ditekan secara signifikan.