Cipayung Plus Sumenep Desak Polri Bertanggung Jawab atas Kematian Korban Aksi Demo

Cipayung Plus Sumenep Desak Polri Bertanggung Jawab atas Kematian Korban Aksi Demo
Cipayung Plus Sumenep Desak Polri Bertanggung Jawab atas Kematian Korban Aksi Demo

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Gabungan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumenep menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, Senin (1/9/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes atas insiden meninggalnya sejumlah korban dalam demonstrasi sebelumnya, termasuk Affan Kurniawan.

Koordinator Umum Cipayung Plus Sumenep, Khoirus Soleh, menegaskan bahwa pihak kepolisian harus bertanggung jawab penuh atas tragedi tersebut.

“Kami menuntut agar oknum maupun atasan di tubuh Polri yang terlibat segera diadili secara transparan demi keadilan bagi para korban,” ujar Khoirus dalam orasinya.

Dalam aksinya, massa menyebut tujuh nama korban yang tewas dalam berbagai aksi demonstrasi: Affan Kurniawan, Sarina Wati, Saiful Akbar, Muhammad Akbar Basri, Rheza Sendy Pratama, Sumari, dan Rusmadiansyah.

Selain menuntut keadilan, massa juga mendesak negara memberikan jaminan hukum serta kehidupan layak bagi keluarga korban.

“Negara tidak boleh lepas tangan. Keluarga korban wajib diberi perlindungan dan jaminan kehidupan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, gabungan organisasi mahasiswa (PMII, HMI, GMNI, IMM, dan BEM Sumenep) menyampaikan enam poin tuntutan, yaitu:

Menuntut pertanggungjawaban dan pengadilan terbuka terhadap oknum serta pimpinan Polri atas insiden kematian massa aksi.

Mendesak negara memberikan jaminan kehidupan terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.

Menekan Polres Sumenep untuk berkomitmen mendukung reformasi institusi Polri bersama rakyat.

Menuntut Polres Sumenep menjamin kebebasan berekspresi masyarakat dan menghentikan tindakan represif terhadap massa aksi.

Menghentikan intimidasi terhadap aktivis dan rakyat sipil dalam menyampaikan pendapat.

Menegakkan prinsip demokrasi dan supremasi hukum tanpa pandang bulu.

Ikuti Kami Juga Google Berita