SUMENEP – Warga Dusun Julung, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, bergotong royong membersihkan kawasan Simpang Empat Dusun Julung Lao’, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan masyarakat menyambut pelaksanaan Rokat Kampong Julung yang akan dikemas bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Masyarakat membersihkan kawasan sekitar simpang empat untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman menjelang rangkaian kegiatan tradisi kampung serta keagamaan tersebut.
Panitia Rokat Kampong Julung, Susriyadi, menjelaskan bahwa warga menggelar kegiatan bersih-bersih sebagai salah satu persiapan menuju pelaksanaan Rokat Kampong.
Baca juga: Warga Giligenting Gelar Maulid Nabi dan Syukuran Jalan Baru
“Kegiatan ini dilakukan untuk persiapan Rokat Kampong Julung yang dikemas dengan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Susriyadi kepada Falihmedia.com di sela-sela kegiatan.
Susriyadi menyebut Persatuan Masyarakat Julung (PMJ) dan Aliansi Pemuda Julung (APJ) ikut menggerakkan kegiatan tersebut bersama masyarakat. Warga juga sebelumnya telah melakukan kegiatan serupa untuk mendukung persiapan acara.
Selain membersihkan lingkungan, warga Julung juga menyelesaikan pengerjaan pengaspalan jalan secara swadaya. Masyarakat mengerjakan jalan sepanjang sekitar 700 meter tersebut secara gotong royong.
Pengaspalan secara swadaya itu menjadi bentuk kepedulian warga terhadap kondisi infrastruktur sekaligus upaya meningkatkan akses masyarakat di wilayah Dusun Julung.
Baca juga: Yayasan Annibros Sumenep Gelar Maulid Nabi, Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasulullah
Warga berharap lingkungan yang lebih bersih dan akses jalan yang semakin baik dapat mendukung kelancaran pelaksanaan Rokat Kampong Julung. Mereka juga ingin rangkaian kegiatan yang berpadu dengan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dengan tertib dan khidmat.
Kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Dusun Julung. Warga tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bergotong royong memperbaiki fasilitas desa serta mempertahankan tradisi dan kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
















