FALIHMEDIA.COM | PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Ansari, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap nasib petani Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam momentum Hari Tani Nasional 2025 saat berdialog langsung dengan petani di Kabupaten Pamekasan, Rabu (24/9/2025).
Ansari menilai petani adalah pahlawan pangan yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Namun, kesejahteraan mayoritas petani masih jauh dari harapan.
“Ini sebuah ironi, petani adalah pahlawan pangan nasional, tetapi faktanya mereka masih jauh dari kata sejahtera,” ujarnya.
Menurut legislator perempuan asal Madura itu, Hari Tani Nasional harus dijadikan bahan evaluasi bersama, baik terkait kualitas SDM, sistem pertanian, maupun hambatan lain yang menghalangi peningkatan taraf hidup petani.
Ansari juga mengingatkan gagasan Bung Karno yang mencetuskan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan petani. Ia menegaskan, tanpa kesejahteraan petani, mustahil program ketahanan pangan nasional bisa berhasil.
“Pemerintah harus memberi solusi nyata atas kesulitan yang dialami petani, mulai dari akses air, teknologi, hingga perlindungan lahan. Saya akan terus menyuarakan aspirasi mereka sebagai tanggung jawab wakil rakyat,” tegas Ansari.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Madura memiliki potensi lahan pertanian sekitar 209.769 hektare atau 46 persen dari total wilayahnya. Selain itu, terdapat lahan jagung mencapai 300 ribu hektare serta potensi komoditas lain seperti tembakau, tebu, garam, rempah, dan berbagai tanaman pangan. Namun, tantangan besar yang dihadapi petani antara lain keterbatasan air, kualitas lahan, alih fungsi tanah, keterbatasan teknologi, hingga deagrarianisasi.
Ansari yang lahir dari keluarga buruh tani berharap perjuangan para petani dan buruh tani terus mendapatkan perhatian, sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat seiring terwujudnya ketahanan pangan nasional.














