UMKM  

PCNU Sumenep Buka Bazar dan Expo UMKM NU, Hadirkan Layanan Publik

Avatar of Falih Media
Pembukaan Bazar dan Expo UMKM NU PCNU Sumenep di Labang Mesem dalam rangka Hari Santri Nasional 2026
Ketua Pelaksana Hari Santri PCNU Sumenep, Abdul Hadi

SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep membuka Bazar dan Expo UMKM NU di Labang Mesem, Kabupaten Sumenep, Kamis (22/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus wadah promosi produk lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bazar dan Expo UMKM NU diikuti ratusan pelaku usaha, pesantren, serta masyarakat. Selain menyediakan ruang promosi dan pemasaran produk, kegiatan ini juga menghadirkan layanan publik dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Kerjasama Media

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membuka layanan perizinan berusaha bagi pelaku UMKM. Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyediakan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), perekaman KTP elektronik, serta pengurusan dokumen kependudukan lainnya.

Partisipasi pemerintah daerah juga ditunjukkan melalui kehadiran Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep yang membawa UMKM binaannya untuk ikut mempromosikan produk.

Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen, serta membuka peluang kerja sama dan jejaring bisnis.

Ketua Pelaksana Hari Santri PCNU Sumenep, Abdul Hadi, mengatakan rangkaian peringatan Hari Santri berlangsung pada 1–24 Oktober 2026. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari Santri Berselawat, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), paduan suara, hingga lomba stand up comedy.

Selain kegiatan keagamaan dan perlombaan, karya cerpen yang dihimpun selama rangkaian acara juga direncanakan diterbitkan menjadi buku oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTTNU) Sumenep.

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 dijadwalkan ditutup melalui resepsi puncak pada 24 Oktober 2026 dengan menghadirkan Neng Inayah Wahid.

Abdul Hadi menilai bazar dan expo menjadi salah satu bentuk aktualisasi dakwah NU yang dapat dilakukan melalui pendekatan sesuai perkembangan zaman, termasuk lewat penguatan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha warga Nahdliyin, pesantren, dan masyarakat luas,” harapnya.

Ketua PCNU Sumenep, KH. Md. Widadi Rahim, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian Hari Santri Nasional 2026.

Ia mengaitkan kegiatan pemberdayaan ekonomi tersebut dengan semangat Nahdlatut Tujjar, gerakan ekonomi yang disebut sebagai salah satu embrio perjuangan NU. Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dihidupkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Nahdliyin dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, KH. Md. Widadi Rahim juga mengingatkan pentingnya khidmah atau pengabdian kepada NU. Ia menyampaikan pesan yang dinisbatkan kepada pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari, mengenai pengabdian kepada NU sebagai bagian dari nilai kesantrian, disertai harapan memperoleh akhir kehidupan yang baik atau husnul khatimah.

Sementara itu, Khodaifah selaku penanggung jawab bazar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi meramaikan kegiatan.

Keterlibatan pelaku UMKM, pesantren, dan perangkat daerah diharapkan menjadikan Bazar dan Expo UMKM NU bukan sekadar bagian dari perayaan Hari Santri Nasional, melainkan juga ruang penguatan ekonomi, promosi produk lokal, serta pendekatan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *