SUMENEP – Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, turut ambil bagian dalam Madura Culture Festival (MCF) 2026 dengan menampilkan 32 produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Beragam produk khas masyarakat Ambunten dipamerkan dalam ajang yang mengusung tema desa wisata tersebut di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Camat Ambunten Moh Zaini mengatakan, keikutsertaan dalam MCF 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat sekaligus memperluas pasar produk lokal.
“Kita membawa dan menampilkan 32 produk UMKM di Ambunten. Ada petis tentunya, terasi, kerupuk pentol gape’ dan lain sebagainya,” kata Moh Zaini kepada Media Center.
Menurutnya, kehadiran stan Ambunten bukan sekadar untuk memeriahkan festival. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi produk masyarakat Ambunten agar semakin dikenal, bahkan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Moh Zaini menilai pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk antardesa.
Dengan kolaborasi tersebut, berbagai hasil kreativitas masyarakat diharapkan dapat dikembangkan dari sisi kualitas, pemasaran, hingga jangkauan konsumen.
“Melalui hasil karya masyarakat, maka Ambunten akan lebih dikenal. Sehingga di sini diperlukan juga sinergi antardesa,” imbuhnya.
Keikutsertaan Ambunten dalam MCF 2026 sekaligus menjadi upaya mengangkat potensi lokal yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Ambunten Punya Potensi Pesisir dan Perikanan
Ambunten merupakan salah satu kawasan di Pantai Utara (Pantura) Sumenep yang memiliki potensi wilayah pesisir.
Kecamatan tersebut memiliki garis pantai sekitar 9,77 kilometer. Sejumlah desa di Ambunten berada di kawasan pesisir dengan potensi laut, terutama sektor perikanan.
Potensi tersebut menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan bersamaan dengan sektor UMKM dan pariwisata.
Pengembangan potensi pesisir, produk olahan, serta kreativitas masyarakat dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam memperkuat identitas Ambunten sebagai salah satu kawasan potensial di Sumenep.
Ambunten Punya Jejak Sejarah Panjang
Selain memiliki potensi ekonomi dan pesisir, Ambunten juga mempunyai sejarah panjang dalam perkembangan wilayah Madura Timur.
Pada masa lalu, kawasan Ambunten dikenal sebagai salah satu wilayah istimewa dan termasuk daerah perdikan pada zaman keraton.
Ambunten juga dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di kawasan pesisir Madura. Wilayah ini pernah menjadi salah satu eks kawedanan di Madura Timur.
Salah satu budaya yang diyakini mengakar di Ambunten adalah Sintung. Tradisi tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah tokoh lokal, salah satunya Kiai Singaleksana, ulama sekaligus pemimpin Ambunten pada abad ke-19.
Potensi sejarah, budaya, pesisir, dan ekonomi kreatif tersebut menjadi modal penting bagi Ambunten dalam mengembangkan konsep desa wisata.
Melalui Madura Culture Festival 2026, berbagai potensi itu diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas, sekaligus membuka peluang pengembangan produk lokal agar semakin dikenal di luar Sumenep.
















