SUMENEP – Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, membawa kekayaan kuliner dan wisata bahari ke ajang Madura Culture Festival (MCF) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Salah satu produk yang mencuri perhatian pengunjung ialah kue bapel dari Desa Aenganyar. Produk tradisional tersebut mampu terjual hingga 100 kemasan dalam waktu sekitar satu hingga dua jam setiap hari selama kegiatan berlangsung.
Kue bapel menjadi salah satu kuliner khas Desa Aenganyar. Masyarakat setempat membuatnya menggunakan gula siwalan dan gula aren tanpa tambahan bahan pengawet.
Teksturnya lembut dengan rasa manis yang khas. Kue ini dapat bertahan sekitar satu hingga dua hari dan terasa lebih nikmat ketika disantap dalam kondisi hangat.
Selain kue bapel, stan Kecamatan Giligenting turut memamerkan kerupuk produksi Desa Gedugan serta sejumlah olahan berbahan ikan, rumput laut, dan berbagai pangan lokal.
Produk-produk tersebut sekaligus memperkenalkan kreativitas pelaku UMKM Giligenting kepada pengunjung MCF 2026. Ajang tersebut juga membuka ruang promosi bagi produk lokal agar semakin dikenal di luar wilayah kepulauan.
Bupati Sumenep Kunjungi Stan Giligenting
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sumenep menyempatkan diri mengunjungi stan Kecamatan Giligenting.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung berbagai produk UMKM serta potensi lokal yang Giligenting tawarkan dalam festival budaya tersebut.
Tidak hanya mengandalkan kuliner, Giligenting juga membawa potensi wisata bahari sebagai daya tarik utama. Sejumlah destinasi yang diperkenalkan antara lain Pantai Sembilan, Pantai Kahuripan, serta Asta Joko Samudro di Desa Beringsang.
Camat Giligenting Akhmad Hidayat, S.T., M.M., mengatakan pengembangan wisata bahari membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama fasilitas pelabuhan dan tempat sandar perahu.
Namun, ia melihat perjalanan laut menuju destinasi wisata justru dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.
“Justru penyeberangan sekitar 20 menit itu menjadi petualangan tersendiri. Ini yang menjadi daya tarik, karena wisatawan tidak hanya datang ke pantainya, tetapi juga mendapatkan pengalaman perjalanan melalui laut,” kata Akhmad Hidayat, Rabu (2/9/2026).
Menyeberang Laut Menuju Pantai Sembilan
Wisatawan yang ingin mengunjungi Pantai Sembilan dan Pantai Kahuripan dapat menggunakan perahu dari Pelabuhan Tanjung, Kecamatan Saronggi. Perjalanan menuju kawasan wisata tersebut memerlukan waktu sekitar 20 menit.
Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana laut sebelum mencapai kawasan pantai. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari karakter wisata kepulauan yang Giligenting tawarkan.
Pelabuhan Tanjung juga menyediakan area parkir bagi wisatawan. Fasilitas tersebut memudahkan pengunjung yang ingin meninggalkan kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan perahu.
Wisatawan yang berencana menginap di Kecamatan Giligenting juga dapat memanfaatkan akses tersebut. Mereka bisa memarkir kendaraan di area pelabuhan sebelum menyeberang menuju wilayah kepulauan.
Punya Garis Pantai 41,80 Kilometer
Kecamatan Giligenting memiliki wilayah seluas 30,32 kilometer persegi. Wilayah tersebut mencakup delapan desa dengan total garis pantai mencapai 41,80 kilometer.
Desa Gedugan memiliki garis pantai terpanjang, yakni 14,25 kilometer. Selanjutnya Desa Lombang mencapai 8,10 kilometer, Bringsang 4,03 kilometer, Banmaleng 4,02 kilometer, Aenganyar 3,24 kilometer, Galis 3,16 kilometer, Banbaru 2,51 kilometer, dan Jate 2,49 kilometer.
Potensi garis pantai yang panjang tersebut menjadi modal penting bagi Giligenting dalam mengembangkan wisata berbasis bahari dan pesisir.
Akhmad Hidayat berharap MCF dapat berlangsung secara rutin setiap tahun. Menurutnya, festival tersebut memberikan kesempatan bagi daerah untuk memperkenalkan UMKM sekaligus destinasi wisata dalam satu ruang promosi.
Ia menilai promosi yang konsisten dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Giligenting.
“Dengan promosi yang berkelanjutan, potensi UMKM dan wisata Giligenting bisa semakin dikenal sehingga memberikan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Perpaduan kuliner tradisional, wisata pantai, laut, pulau dan pesisir menjadi kekuatan yang Giligenting tawarkan dalam MCF 2026.
Bagi wisatawan, perjalanan menyeberangi laut sekitar 20 menit bukan sekadar perjalanan menuju destinasi. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman tersendiri yang melengkapi petualangan menikmati wisata kepulauan Giligenting.
















