Jateng Masuk Tiga Besar PPD 2026, Ahmad Luthfi Andalkan Speling hingga Investasi Rp59,94 Triliun

Ahmad Luthfi paparkan pembangunan Jawa Tengah dalam PPD 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan program pembangunan Jawa Tengah dalam penilaian tahap III PPD 2026 di Bappenas, Jakarta.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memaparkan sejumlah program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dalam penilaian tahap III Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan paparan tersebut di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (1/9/2026). Jawa Tengah masuk tiga besar provinsi dalam PPD 2026 bersama Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Dalam penilaian itu, Pemprov Jawa Tengah mengusung konsep Trisula Pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan angka kemiskinan.
Ketiga fokus tersebut berjalan seiring dengan penguatan tata kelola pemerintahan serta perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah berupaya menjaga kesinambungan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah. Pemprov kemudian menerjemahkan kebijakan tersebut melalui program di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.
“Misalnya mengentaskan kemiskinan, mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan menjadi prioritas utama,” kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Speling Perluas Akses Dokter Spesialis
Salah satu program unggulan Jawa Tengah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yakni Dokter Spesialis Keliling atau Speling.
Program tersebut membawa layanan dokter spesialis lebih dekat kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Pemprov Jawa Tengah mencatat pelaksanaan Speling mencapai 1.607 kegiatan sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026. Program itu menyasar 1.466 desa dan kelurahan dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 128 ribu orang.
Selain memperluas layanan kesehatan, Pemprov Jawa Tengah juga menjalankan berbagai program untuk menekan kemiskinan. Upaya tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan rumah, peningkatan keterampilan, serta perluasan akses terhadap lapangan pekerjaan.
Investasi Jateng Tembus Rp59,94 Triliun
Dari sektor ekonomi, Pemprov Jawa Tengah terus menggenjot investasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp110 triliun. Angka tersebut terus bertambah pada 2026.
Hingga semester I-2026, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat Rp59,94 triliun. Aktivitas investasi tersebut turut menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja.
Menurut Luthfi, capaian tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan pembangunan yang mampu menghubungkan program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat.
Jawa Tengah, kata dia, harus memiliki arah pembangunan yang jelas agar setiap program menghasilkan manfaat nyata.
“Kita tetap optimistis. Ini memberikan semangat dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Ia menegaskan, pemerintah perlu membangun keterkaitan antara target pembangunan nasional dengan kebijakan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.
Masuk Tiga Besar Jadi Bahan Evaluasi
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menilai masuknya Jawa Tengah ke dalam tiga besar PPD 2026 menjadi bentuk apresiasi sekaligus momentum untuk mengevaluasi pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, minimal hari ini kita sudah diundang untuk masuk tiga besar. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Jawa Tengah ini setidaknya mendapat apresiasi,” kata Sumarno.
Menurut Sumarno, proses penilaian PPD tidak hanya menguji program yang pemerintah jalankan, tetapi juga melihat dampak program tersebut bagi masyarakat.
“Suasananya lebih banyak diskusi, karena teman-teman di panitia menanyakan apa yang sudah kita lakukan. Kalau diskusi biasanya yang dilihat adalah dampaknya, apa yang kita lakukan nanti dirasakan bersama,” ujarnya.
Dewan juri PPD 2026 yang menilai paparan Jawa Tengah terdiri dari Ignasius Jonan, Djohermansyah Djohan, dan Restuardy Daud.
Pada tahap III tersebut, Jawa Tengah bersaing dengan Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk memperebutkan posisi terbaik dalam kategori provinsi.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *