SUMENEP – Stan Kecamatan Manding menjadi salah satu titik yang menarik perhatian pengunjung dalam ajang Madura Culture Festival (MCF) 2026 di Stadion GOR A. Yani Sumenep.
Beragam produk unggulan masyarakat Manding menghiasi stan tersebut. Mulai dari kerajinan anyaman, batik tulis, makanan olahan, hingga berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turut menyambangi stan Kecamatan Manding. Ia melihat langsung berbagai produk yang lahir dari kreativitas masyarakat setempat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap potensi ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan dan desa.
Manding Manfaatkan MCF untuk Promosikan Produk Lokal
Camat Manding Slamet Boedihardjo mengatakan, pemerintah kecamatan memanfaatkan MCF 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi kerakyatan Manding kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut Slamet, pihaknya sengaja membawa beragam produk unggulan dari desa-desa di Kecamatan Manding. Produk tersebut mencakup kerajinan tangan, kuliner khas, hingga hasil olahan pertanian.
“Keikutsertaan kami pada MCF kali ini bukan sekadar memeriahkan. Momentum ini dipakai untuk mengangkat nama Kecamatan Manding melalui karya masyarakat,” ujar Slamet, Minggu (30/8/2026) malam.
Ia mengatakan keterlibatan seluruh desa menjadi kekuatan utama dalam menampilkan potensi Manding pada festival tersebut.
Slamet berharap produk yang tampil di MCF tidak berhenti sebagai pajangan selama acara. Ia ingin pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
“Sinergi antardesa menjadi kekuatan utama. Produk-produk yang ditampilkan diharapkan tidak hanya jadi pajangan event, tetapi bisa menembus pasar yang lebih besar,” katanya.
Bupati Sumenep Minta Produk UMKM Terus Berkembang
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan apresiasi terhadap berbagai produk yang ditampilkan di stan Kecamatan Manding.
Ia mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan pameran untuk memperkenalkan produk. Menurutnya, pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.
Bupati menilai kegiatan seperti MCF dapat menjadi etalase bagi produk lokal agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pemerintah hadir untuk mendukung. Silakan manfaatkan panggung seperti ini. Kalau produknya bagus, pasarnya pasti ada,” pesan Achmad Fauzi.
Dorongan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Produk Lokal Jadi Identitas Kecamatan Manding
Slamet menilai keberadaan pelaku usaha lokal tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Produk yang lahir dari kreativitas masyarakat juga dapat membentuk identitas sebuah wilayah.
Karena itu, Kecamatan Manding ingin masyarakat mengenal wilayah tersebut bukan hanya berdasarkan letak geografisnya, tetapi juga melalui karya dan produk unggulan warganya.
MCF 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan produk masyarakat dengan calon konsumen sekaligus membuka peluang terbentuknya jaringan usaha baru.
Kehadiran Bupati Sumenep, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pejabat daerah di stan Manding juga memberikan motivasi tambahan bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usaha.
Melalui promosi yang lebih luas, peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, serta pemasaran digital, produk UMKM Manding diharapkan mampu naik kelas dan menjangkau pasar di luar Kabupaten Sumenep.
















