Ekonom  

Wabup Sumenep Dorong Jubada dan La’ang Pragaan Tembus Pasar Lebih Luas

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim mencicipi Jubada dan La’ang Pragaan di MCF 2026
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mencicipi Jubada dan La’ang saat mengunjungi stan Desa Wisata Pragaan dalam Madura Culture Fest 2026 di Stadion GOR A. Yani Sumenep, Minggu (30/8/2026)

SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mendorong pelaku usaha dan pemerintah Kecamatan Pragaan untuk memperluas pemasaran Jubada dan La’ang sebagai produk unggulan daerah.

KH. Imam Hasyim menyampaikan dorongan tersebut ketika mengunjungi stan Desa Wisata Pragaan dalam rangkaian Madura Culture Fest (MCF) 2026 di Stadion GOR A. Yani Sumenep, Minggu (30/8/2026) malam.

Wabup Sumenep mencicipi langsung minuman tradisional La’ang dan Jubada yang tersedia di stan Kecamatan Pragaan. Ia menilai kedua produk tersebut memiliki cita rasa khas dan berpotensi menarik pasar yang lebih luas.

“Ini manis sekali, tanpa pengawet ya. Kembangkan, pasarkan agar makin dikenal,” kata KH. Imam Hasyim saat berada di stan Kecamatan Pragaan.

Camat Pragaan Indra Hernawan menjelaskan bahwa Jubada merupakan salah satu camilan tradisional khas Sumenep yang berkembang di Kecamatan Pragaan. Desa Karduluk menjadi salah satu sentra produksi makanan tersebut.

Masyarakat membuat Jubada dari tepung jagung, gula merah, dan air nira pohon siwalan atau La’ang. Pengrajin kemudian membentuk adonan menjadi potongan kecil dan mengikatnya menggunakan tali dari daun siwalan.

Camilan tersebut memiliki ukuran sekitar jari kelingking. Jubada tersedia dalam rasa original dengan cita rasa manis legit serta varian jahe yang memberikan sensasi hangat.

Indra mengatakan pengunjung MCF 2026 cukup banyak mencari Jubada karena bentuk dan rasanya menawarkan kekhasan kuliner tradisional Sumenep.

“Kita kenalkan Jubada dan memang camilan ini yang banyak laku dan dicari oleh pengunjung,” ujar Indra.

Menurut Indra, perhatian Wakil Bupati Sumenep terhadap Jubada dan La’ang menjadi dorongan bagi Kecamatan Pragaan untuk meningkatkan promosi kedua produk tersebut.

Pemerintah kecamatan ingin memperkenalkan Jubada dan La’ang tidak hanya melalui kegiatan pameran atau festival, tetapi juga melalui pemasaran digital. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan konsumen sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

“Semoga Jubada dan La’ang semakin mendunia,” ucapnya.

Pengembangan Jubada dan La’ang juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kuliner lokal. Dengan peningkatan kualitas produk, kemasan, promosi, dan pemasaran digital, produk tradisional Pragaan berpeluang menjangkau konsumen di luar Madura.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *