Pemprov Jatim Raih Terbaik I Pengolahan Sampah, Dapat Bantuan Rp2 Miliar

Khofifah menerima penghargaan pengelolaan sampah Jawa Timur 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Bali.

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meraih penghargaan Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan tersebut mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim bersama masyarakat dalam memperkuat pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan di berbagai wilayah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, satuan pendidikan, serta seluruh pihak yang ikut menjalankan berbagai program kebersihan lingkungan.

“Alhamdulillah, kerja keras, komitmen dan kepedulian seluruh pihak dan masyarakat membuahkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat. Terima kasih kepada seluruh masyarakat hingga para unit SMA, SMK dan SLB yang mendukung pelaksanaan kurve secara rutin,” ujar Khofifah, Minggu (30/8/2026).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan penghargaan tersebut kepada Khofifah dalam acara yang berlangsung di Bali, Jumat malam. Atas prestasi itu, Pemprov Jatim juga memperoleh bantuan pemerintah senilai Rp2 miliar.

Aksi Bersih Pantai dan Sungai

Khofifah menyebut kegiatan kurve atau aksi bersih-bersih secara rutin turut mendukung pencapaian tersebut. Pemprov Jatim bersama masyarakat menjalankan kegiatan itu di berbagai lokasi, termasuk kawasan pantai dan sungai.

Menurut Khofifah, aksi bersih-bersih tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan tetap bersih. Kegiatan tersebut juga mendorong tumbuhnya budaya gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menangani persoalan sampah.

“Aksi kurve atau bersih-bersih, baik di pantai maupun sungai, merupakan wujud nyata pentingnya budaya gotong royong lintas sektor dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Ini kita harapkan menjadi awal yang baik untuk membangun budaya kepedulian lingkungan,” katanya.

Pemprov Jatim juga mendorong keterlibatan satuan pendidikan dalam menjaga kebersihan. Khofifah mengapresiasi dukungan unit SMA, SMK, dan SLB yang rutin mengikuti kegiatan kurve.

Pemprov Jatim Kembangkan PSEL

Selain menggerakkan masyarakat melalui aksi kebersihan, Pemprov Jatim menyiapkan strategi jangka panjang melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pemprov Jatim telah menjalin kerja sama pengembangan proyek PSEL dengan tujuh bupati dan wali kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.

Program tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik. Dengan demikian, pemerintah dapat menangani persoalan sampah melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Khofifah menegaskan pemerintah tidak bisa mengatasi persoalan sampah hanya melalui kebijakan jangka pendek.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan strategi jangka panjang dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Persoalan sampah saat ini merupakan salah satu urgensitas yang tidak bisa diselesaikan dengan solusi jangka pendek. Harus yang sifatnya jangka panjang, dan kami di Jawa Timur telah berkomitmen untuk bersama-sama menemukan solusi yang tepat,” ujar Khofifah.

Pengelolaan Sampah Jatim Tertinggi Nasional

Komitmen tersebut turut tercermin dalam capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur. Data Kementerian Lingkungan Hidup RI per Maret 2026 mencatat tingkat pengelolaan sampah Jawa Timur mencapai 52,7 persen.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional dan berada jauh di atas rata-rata nasional yang mencapai 24,95 persen.

Prestasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 juga diraih sejumlah pemerintah daerah di Jawa Timur.

Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kota Blitar, dan Kota Surabaya turut masuk daftar pemenang Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Capaian tersebut mendorong Pemprov Jatim untuk terus memperkuat sistem pengelolaan sampah. Pemerintah tidak hanya mengandalkan aksi bersih-bersih dan kampanye perubahan perilaku, tetapi juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *