SUMENEP – Sebanyak 19 kelompok siswa TK dan SD dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep memeriahkan Festival Tan Pangantanan, Minggu (23/8/2026).
Komunitas Kanca Pendidikan bersama Komunitas Keris menginisiasi kegiatan tersebut sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan tradisi Tan Pangantanan kepada generasi muda.
Festival yang berlangsung di depan SDN I Pajagalan itu menghadirkan suasana unik. Para peserta berdandan layaknya pasangan pengantin dengan mengenakan busana khas Kabupaten Sumenep.
Mereka kemudian berjalan dari garis start menuju garis finish sambil membawa makanan tradisional, sembako, dan berbagai hasil pertanian. Prosesi tersebut menggambarkan tradisi membawa seserahan ketika hendak melamar.
Ketua Penyelenggara Festival Tan Pangantanan, Herli Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga tradisi lokal agar tetap dikenal generasi muda.
“Kegiatannya tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan merayakan tradisi, tetapi juga sarana untuk mengenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Herli Wahyudi di sela-sela acara.
Menurut Herli, perkembangan teknologi dan transformasi budaya yang berlangsung cepat membuat generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk mengenal seni serta budaya lokal.
Karena itu, pihaknya mendorong masyarakat mengisi pembentukan karakter anak dengan berbagai kegiatan yang mengenalkan nilai-nilai budaya daerah.
“Festival Tan Pangantanan tidak seperti permainan lainnya, karena bukan hanya permainan yang menghibur, tetapi mengandung nilai kerukunan, nilai pendidikan, nilai sosial dan nilai kebudayaan,” terangnya.
Festival tersebut diikuti 19 kelompok, terdiri atas enam perwakilan TK dan 13 perwakilan SD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Daftar Juara Festival Tan Pangantanan
Berdasarkan keputusan dewan juri, perwakilan TK Kecamatan Manding meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati TK Kecamatan Dasuk, disusul TK Kecamatan Rubaru sebagai juara ketiga.
Selanjutnya, TK Kecamatan Pasongsongan meraih juara keempat, TK Kecamatan Ambunten juara kelima, dan TK Kecamatan Batuputih menempati posisi keenam.
Sementara pada jenjang SD, perwakilan Kecamatan Lenteng meraih juara pertama. Kecamatan Dasuk berada di posisi kedua, Kecamatan Talango juara ketiga, Kecamatan Saronggi juara keempat, Kecamatan Dungkek juara kelima, dan Kecamatan Rubaru juara keenam.
Herli berharap masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Ia menilai dukungan berbagai pihak dapat membuat tradisi Tan Pangantanan tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Sumenep.
“Kami mengharapkan masyarakat berpartisipasi dalam menjaga budaya lokal, karena dukungan dari berbagai pihak, tradisi Tan Pangantanan bisa lestari dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
















