Hukrim  

Kiai MT Diduga Bacok Pemuda di Pamekasan karena Cemburu, Korban Alami Luka Serius

Ilustrasi pembacokan celurit di Pamekasan akibat dugaan motif asmara
Ilustrasi pembacokan menggunakan celurit dalam kasus kriminal di Pamekasan, Madura.

PAMEKASAN – Seorang kiai berinisial MT asal Desa Rek-Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, dilaporkan ke polisi setelah diduga melakukan pembacokan terhadap seorang pemuda pada Sabtu (14/2/2026) malam.

Korban berinisial MR (27), warga Dusun Rek Laok, Desa Rek-Kerrek, melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Pamekasan. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/104/III/2026/SPKT/POLRES PAMEKASAN/POLDA JAWA TIMUR.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pembacokan tersebut diduga dipicu persoalan asmara. Akibat serangan itu, korban mengalami sejumlah luka bacok di bagian dada dan punggung sehingga harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Proppo.

Kapolsek Palengaan AKP Muh Syaiful Bahri membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan korban telah melaporkan kasus itu ke Polres Pamekasan.

“Korban sudah melaporkan kejadian ini ke Polres,” kata Syaiful Bahri, Sabtu (14/2/2026) malam.

Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama juga mengonfirmasi laporan pembacokan tersebut. Ia mengatakan korban saat ini menjalani perawatan medis di Puskesmas Proppo.

Menurut Yoni, pelaku menyerang korban saat korban menjemput ibunya di jalan. Pelaku diduga menyerang dari arah belakang menggunakan senjata tajam jenis celurit.

“Celurit mengenai bahu kanan dan bahu kiri korban. Korban juga mengalami luka robek di lengan kiri, bagian leher depan, serta dada bagian atas,” ujar Yoni, Minggu (15/3/2026).

Polisi menduga rasa cemburu menjadi motif sementara dalam kasus pembacokan tersebut. Namun, penyidik masih terus mendalami latar belakang kejadian itu.

“Kami menduga pelaku merasa cemburu terhadap korban sehingga nekat melakukan pembacokan. Namun, motif ini masih kami dalami,” jelasnya.

Yoni menambahkan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban, untuk mengungkap kronologi kejadian secara lengkap.

“Kami sudah menerima laporan dan memeriksa beberapa saksi, termasuk korban. Saat ini penyelidikan masih berlangsung,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *