PAMEKASAN — Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, melantik jajaran Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) periode 2025–2030 di Pendopo Budaya, Senin (13/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya inovasi dan kreativitas para seniman untuk menjaga eksistensi budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi.
Sukriyanto menilai perkembangan informasi global telah membawa tantangan serius terhadap nilai moral dan kearifan lokal. Karena itu, ia mendorong DKP memperkuat solidaritas internal sekaligus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan sektor budaya dan pengembangan pariwisata daerah.
“Pemerintah daerah akan memulai dukungan dengan merevitalisasi gedung Dewan Kesenian Pamekasan tahun ini. Setelah itu, kami akan mendorong pertunjukan seni dari desa tampil di wilayah perkotaan,” ujar Sukriyanto.
Ia menambahkan, langkah tersebut bertujuan memperluas ruang ekspresi seniman sekaligus mendekatkan masyarakat dengan kekayaan budaya lokal.
Ketua DKP Pamekasan, Arief Wibisono, menegaskan lembaganya memegang mandat strategis sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. DKP, kata dia, bertugas melindungi objek kebudayaan daerah agar tidak punah maupun diklaim pihak lain.
Selain itu, DKP juga berperan dalam mengembangkan ekosistem kesenian, memanfaatkan seni sebagai sarana pendidikan karakter, serta memperkuat diplomasi budaya daerah. Arief juga menekankan pentingnya kesenian sebagai penggerak ekonomi kreatif.
“Kami akan menjalankan pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem seni. Namun, kami juga membutuhkan dukungan nyata berupa kebijakan anggaran, regulasi, dan keberpihakan pemerintah daerah,” kata Arief.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku seni dapat mempercepat kemajuan sektor budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Pamekasan.














