Pelan-Pelan Aku Belajar Ada
Aku duduk di sudut kelas
dengan huruf-huruf yang terasa asing,
lidahku kaku, suaraku kecil,
setiap ejaan seperti membuka luka lama.
A… B…
aku ucapkan dengan tangan gemetar,
bukan karena aku tak mau bisa,
tapi karena hidup lebih dulu
mengajariku takut dan diam.
Aku belajar membaca
saat perutku sering lebih dulu kosong,
belajar menulis
saat air mata lebih hafal jatuh
daripada tinta mengenal kertas.
Langkahku tertatih-tatih,
aku tahu aku lambat,
namun bukan berarti aku berhenti,
sebab dunia terlalu luas
untuk kutatap sambil menunduk.
Setiap huruf yang kupelajari
adalah caraku bertahan,
setiap kata yang kubaca
adalah keberanianku untuk hidup.
Dan jika suatu hari aku mampu
membaca dunia tanpa terbata,
ingatlah—
aku sampai di sana
dengan luka,
bukan tanpa usaha.
*) Oleh Redaksi









