FalihMedia – Setiap kisah pasti memiliki kesah, perjalanan demi perjalanan yang sudah dilalui akan menjadi pelajaran penting dan bekal untuk terus berbenah.
30 tahun sudah Yayasan Annibros berdiri, menjawab segala bentuk keresahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
1992 adalah awal dari sekian rentetan sejarah, dari tiada menjadi ada, dari biasa menjadi istimewa, Semua adalah fitrah. Selama ada niat usaha, perjuangan yang tak mengenal lelah, dan lebih-lebih doa tanpa jeda, di tahun itulah sebuah lembaga yang hari ini sudah memasuki usia ke-29 tahun berdiri.
Madrasah Ibtidaiyah Annibros II namanya, lembaga ini muncul sebagai oase di tengah hurun yang di kemudian hari diharapkan bisa menjadi obat dahaga ilmu bagi masyarakat di sekitarnya. Hal ini tidak lepas dari perjuangan dan doa seorang kiai yang kharismatik.
Kiai Haji Anwarudin namanya, tokoh masyur yang namanya terpahat dan abadi di dalam hati semua santrinya, kami sudah mencoba apa yang kami bisa, namun kerja belum selesai, belum menghasilkan apa-apa.
Perjuangan tidak selesai sampai di situ, tahun 2007 merupakan lembaran baru bagi perjalanan dan pelajaran di kisah Yayasan Annibros, Karena di tahun itulah Madrasah Tsanawiah Anwarudin lahir.
Selayaknya bayi yang baru lahir, kami masih belajar merangkak, belajar berjalan, menempa diri untuk dapat berlari dengan baik, tanpa harus meninggalkan kawan, sahabat, saudara, dan kerabat. Setiap waktu doa-doa dilangitkan, dan di salah satu sujud kami yang basah, kami selalu sisipkan munajat kepada Tuhan, bantulah kami menjaga tempat barokah ini, jagalah hati kami agar tetap ikhlas di tengah-tengah kerasnya kehidupan, dan kebodohan kami membaca takdir, sebab takdir adalah kesunyian masing-masing.
Sebagai makhluk yang penuh dengan alfa, kami lupa membaca langkah, keliru mengeja kata, salah menghitung angka, kami lupa bahwa setiap waktu sejarah bisa terukir, kisah-kisah baru dapat muncul.
Kemudian pada tahun 2016, SMK Anwarudin lahir, dan sejarah baru pun kembali siap diceritakan. Terima kasih Kiai Haji Anwarudin, hanya Fatihah yang mampu kami hadiahkan kepadamu, semoga barokahmu tetap menjaga kami, menjadi tempat yang subur untuk orang-orang yang dahaga ilmu pengetahuan. Setiap sejarah pasti memiliki anaknya masing-masing, setiap waktu pasti memiliki pahlawannya sendiri, maka kami akan terus melangkah dengan senyum lebar, dengan rasa optimis, dengan penuh harapan panjang.
Malam ini, rembulan begitu sumringa melihat semangat anak-anak menyibak gerbana, doa terpanjat menembus lapisan langit, harapan terhampar memenuhi dada mereka, lalu kesempatan manakah yang telah kau sia-siakan untuk dapat mencapai puncak dan meraih cita-cita.
sementara itu, orang tua mereka tak pernah lelah bermunajat kepada Tuhan, agar anak-anaknya menjadi purnama bagi peradaban.
harapan-harapan mereka hidup untuk memenuhi setiap rongga tubuh menjadi nafas, menjadi ruh, menjadi ilmu. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, ketika kesungguh-sungguhan sudah membulat di hatinya, bukan hanya manusia langit dan bumi pun akan mendoakan kesuksesannya, Semangat yang tetap menyala meski terlampau banyak persoalan yang menjadi kendala.
Karya : Fauzi
pembaca Narasi : Fitriatunnisa













