Edu  

Unismuh Makassar Gelar Darul Arqam untuk 76 Petugas Kebersihan, Perkuat Kaderisasi Muhammadiyah

Pembukaan Darul Arqam Unismuh Makassar bagi 76 petugas kebersihan untuk memperkuat kaderisasi Muhammadiyah.
Kegiatan pembukaan Darul Arqam Cleaning Service Unismuh Makassar yang diikuti 76 petugas kebersihan sebagai upaya memperkuat pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperluas pembinaan ideologi dan kaderisasi Muhammadiyah dengan melibatkan petugas kebersihan kampus. Melalui program Darul Arqam, sebanyak 76 petugas kebersihan mengikuti pembukaan kegiatan di Balai Sidang Muktamar Ke-47, Kampus Unismuh Makassar, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah Unismuh Makassar untuk memberikan pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan secara merata kepada seluruh unsur tenaga kerja kampus. Program tersebut tidak hanya menyasar pimpinan, pejabat struktural, dan dosen, tetapi juga melibatkan tenaga pendukung yang setiap hari menjalankan tugas operasional universitas.

Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. Husain Abd Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I., yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa setiap warga kampus memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pembinaan ideologi Muhammadiyah.

Menurut Husain, jabatan dan jenis pekerjaan tidak menentukan kemuliaan seseorang di hadapan Allah. Karena itu, Unismuh perlu menyesuaikan materi pembinaan dengan profesi serta tanggung jawab masing-masing peserta.

“Yang membedakan itu adalah materi pendukungnya. Materi apa yang diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas profesi kita, tugas kita?” ujar Husain.

Ia menjelaskan bahwa materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tetap menjadi dasar utama dalam kegiatan kaderisasi. Sementara itu, panitia menambahkan materi pendukung sesuai kebutuhan dan bidang pekerjaan peserta.

Husain juga mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 untuk mengingatkan bahwa ketakwaan menjadi ukuran kemuliaan manusia, bukan jabatan, kedudukan, maupun profesi.

“Ada di antara kalian yang lebih mulia di mata Allah dibanding kami-kami ini,” katanya di hadapan peserta.

Ia turut mengajak para petugas kebersihan agar tidak merasa rendah diri dengan pekerjaan yang mereka jalani. Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik, keikhlasan, dan penuh tanggung jawab dapat bernilai ibadah.

Sementara itu, Ketua Panitia Darul Arqam Cleaning Service, Dr. Ferdinan, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 76 peserta. Jumlah itu terdiri atas 31 laki-laki dan 45 perempuan yang berasal dari berbagai unit kerja Unismuh Makassar, termasuk Ma’had Al-Birr dan petugas kebersihan Kantor PWM Sulawesi Selatan.

Panitia menjadwalkan pembinaan selama tiga akhir pekan, yakni 7–8 November, 14–15 November, dan 21–22 November 2026. Penentuan jadwal tersebut bertujuan agar seluruh peserta dapat mengikuti proses kaderisasi tanpa mengganggu pelayanan kebersihan dan operasional kampus pada hari kerja.

Dalam pelaksanaannya, tim instruktur menyusun materi berdasarkan kebutuhan peserta. Selain pembinaan keislaman dan kemuhammadiyahan, kegiatan ini juga memberikan tuntunan ibadah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Panitia turut menyediakan buku saku berisi panduan praktis salat, zikir, dan doa. Bahan tersebut diharapkan membantu peserta meningkatkan pemahaman sekaligus membiasakan pengamalan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU. Ia mendorong pelaksanaan Darul Arqam agar menjangkau seluruh unsur pekerja di lingkungan universitas.

Rektor meminta tim instruktur menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan diharapkan berlangsung menyenangkan, mudah dipahami, serta mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah.

Melalui Darul Arqam Cleaning Service, Unismuh Makassar ingin menegaskan bahwa seluruh tenaga kerja memiliki kedudukan penting dalam membangun kehidupan persyarikatan dan kemajuan universitas.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah, membangun etos kerja, serta menumbuhkan semangat pengabdian di lingkungan kampus. Dengan demikian, kaderisasi Muhammadiyah tidak hanya memperkuat pemahaman ideologi, tetapi juga mendorong setiap pekerja menjalankan profesinya sebagai bagian dari tanggung jawab dan ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *