SUMENEP – Tradisi lokal bernuansa religi terus dilestarikan warga Dusun Lembung Barat, Desa Lembung, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.
Setiap Selasa malam, warga menggelar rutinan sarwah yang dikemas dalam kegiatan yasinan dan tahlil bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah warga.
Sarwah tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan. Tradisi ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan antarwarga.
Yasinan dan Tahlil Jadi Tradisi Warga
Dalam kegiatan tersebut, tokoh masyarakat dan pemuda turut hadir. Mereka bersama-sama membaca Surat Yasin, tahlil, serta doa untuk para leluhur dan warga yang telah meninggal dunia.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Qudsi, mengatakan sarwah telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lembung Barat.
“Sarwah ini bukan hanya soal doa, tapi bagaimana kami menjaga kebersamaan dan nilai-nilai tradisi yang diwariskan turun-temurun,” ungkapnya, Selasa (12/8/2025) malam.
Menurutnya, keberadaan sarwah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Tradisi tersebut juga menjadi sarana menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.
Jamuan Khas Madura Setelah Yasinan
Setiap pelaksanaan sarwah juga diwarnai jamuan sederhana yang disiapkan oleh tuan rumah.
Warga biasanya menyuguhkan kopi dan makanan khas desa, termasuk nasi, setelah rangkaian yasinan dan tahlil selesai.
Kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.
Sarwah Berpotensi Jadi Wisata Religi
Warga berencana terus melestarikan dan mengembangkan tradisi sarwah sebagai bagian dari potensi wisata budaya dan religi di desa.
Tradisi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Lembung Barat kepada generasi muda.
Selain itu, sarwah juga berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah yang ingin mengenal tradisi keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat Madura.
Pelestarian tradisi diharapkan tetap berjalan tanpa menghilangkan nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lembung Barat.















