Tradisi Bubur Asyuro: Warisan Budaya Islami Penolak Bala di 10 Muharram

Bubur Asyuro dalam satu mika dengan campuran santan, kacang tanah dan daging ayam sebagai bagian dari tradisi tahunan menyambut 10 Muharram
Bubur Asyuro dalam satu mika dengan campuran santan, kacang tanah dan daging ayam sebagai bagian dari tradisi tahunan menyambut 10 Muharram. (Foto: Falihmedia)

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Tradisi memasak Bubur Asyuro setiap tanggal 10 Muharram masih lestari di tengah masyarakat, terutama di wilayah pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura. Tradisi ini diyakini sebagai bentuk penolak bala dan ungkapan syukur atas nikmat dan keselamatan yang diberikan oleh Allah SWT.

Warga biasanya memasak Bubur Asyuro di rumah masing-masing dan kemudian bubur tersebut dibagikan kepada masyarakat sekitar, sanak saudara, dan fakir miskin. Tradisi ini menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan warga.

“Bubur ini bukan sekadar makanan, tapi bagian dari warisan budaya yang memiliki makna spiritual yang dalam. Kami percaya, dengan membagikan Bubur Asyuro, kita bisa menjaga diri kita sendiri dari marabahaya,” ujar Ibu Entun warga Dusun Julung Lao’, Senin (7/7/2025).

Bubur Asyuro sendiri terbuat dari campuran beras, kacang tanah, mie, santan, serta berbagai sayuran dan rempah bahkan ada juga yang di beri daging ayam dan rebusan telur. Cita rasanya yang khas membuat bubur ini selalu dinanti, terutama oleh anak-anak dan para orang tua.

Tak hanya sebagai ritual keagamaan, tradisi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

Menurut sejarah Islam, 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki banyak peristiwa penting, salah satunya adalah hari diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun. Tradisi Bubur Asyuro diyakini sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa tersebut, serta ikhtiar spiritual untuk menolak bala dan memohon keberkahan hidup.

Pemerintah desa dan tokoh agama setempat pun mendukung penuh pelestarian tradisi ini. Mereka berharap, generasi muda tetap menjaga kearifan lokal ini agar tidak hilang ditelan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.