FALIHMEDIA.COM – WhatsApp dan Telegram selama ini dikenal luas sebagai dua aplikasi pesan instan paling populer di dunia, termasuk di Rusia. Namun, dominasi keduanya akan segera mendapat tantangan serius dari aplikasi baru yang tengah dikembangkan oleh pemerintah Rusia.
Presiden Vladimir Putin baru-baru ini menandatangani peraturan yang memberikan otorisasi resmi untuk percepatan pembuatan aplikasi pesan instan buatan dalam negeri. Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Rusia dalam memperkuat kedaulatan digital nasional.
Aplikasi pesan ini akan terintegrasi langsung dengan berbagai layanan pemerintah, memungkinkan masyarakat mengakses informasi dan layanan publik secara cepat tanpa bergantung pada platform asing. Dilansir dari Reuters, Senin (30/6/2025), pengembangan ini merupakan respon atas meningkatnya kekhawatiran Rusia terhadap dominasi teknologi Barat, terutama sejak invasi ke Ukraina pada 2022 yang menyebabkan banyak perusahaan asing menghentikan layanannya di negara tersebut.
Menurut otoritas setempat, aplikasi baru ini akan mengusung berbagai fitur mirip WhatsApp dan Telegram. Namun, langkah ini menuai pro dan kontra.
Aktivis digital seperti Mikhail Klimarev dari organisasi Internet Protection Society menilai proyek ini sebagai upaya pemerintah meningkatkan kontrol atas komunikasi warganya. Ia bahkan memprediksi bahwa pemerintah Rusia dapat memperlambat akses ke WhatsApp dan Telegram guna mendorong migrasi ke aplikasi lokal tersebut.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Rusia dalam mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan memperkuat kontrol terhadap ruang digitalnya.














