SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar pengajian Ramadan 1447 Hijriah pada Jumat kedua di Masjid Sumekar. Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan penceramah AKH Sudiharso, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lenteng.
Pengajian dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur BUMN, BUMD, TNI-Polri, serta instansi lintas sektor.
Dalam tausiyahnya, Kiai Sudiharso mengajak jamaah untuk tetap semangat menjalankan ibadah salat dan puasa selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, ibadah terasa berat apabila umat tidak mengubah cara pandang terhadap kewajiban tersebut.
“Jika cara pandang diubah dan kita meyakini kewajiban dari Allah SWT adalah jalan keselamatan dari neraka dan menuju surga-Nya, maka ibadah akan terasa ringan,” ungkapnya, Jumat (27/2/2026).
Ia menekankan bahwa kebahagiaan dan ketenangan hati menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Menjalani hidup dengan senang, penuh syukur, dan senyum merupakan tanda keimanan yang kuat.
Menurutnya, salah satu ciri orang beriman adalah selalu menghadapi hidup dengan sikap positif dan penuh ketenangan. Sebaliknya, hidup yang dipenuhi keluh kesah dan keruwetan mencerminkan jauhnya seseorang dari nilai-nilai keimanan.
Kiai Sudiharso juga mengingatkan bahwa umat Muhammad dijanjikan keselamatan selama mereka taat dan patuh menjalankan perintah Allah SWT, seperti salat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya.
“Yakinlah kita semua umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga, dengan menjadi mukmin yang melaksanakan perintah-Nya,” tandasnya.
Pengajian Ramadan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memperkuat nilai spiritual aparatur dan masyarakat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah selama bulan suci.













