BADUNG – Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan dua wisatawan yang tertimbun material longsor di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Memasuki hari keempat pencarian, Kamis (5/11/2026), petugas masih menghadapi kendala medan ekstrem dan sulitnya mendatangkan alat berat ke lokasi bencana.
Untuk mempercepat pencarian, tim SAR gabungan membagi personel menjadi tiga satuan Search and Rescue Unit (SRU). Setiap satuan menjalankan tugas berbeda guna memperluas jangkauan penyisiran dan membersihkan material longsor.
SRU pertama menyusuri aliran sungai sejauh empat kilometer ke arah hilir. SRU kedua membersihkan tumpukan tanah dan puing di sekitar bendungan sungai. Sementara itu, SRU ketiga mengoperasikan mesin pompa air untuk menyemprot dan mengurai timbunan tanah longsor.
Namun, kondisi jalan menuju titik utama longsor menyulitkan petugas membawa alat berat, termasuk ekskavator. Medan yang ekstrem serta keterbatasan spesifikasi peralatan membuat proses pengangkatan material reruntuhan membutuhkan upaya lebih besar.
Selama empat hari operasi, petugas mengandalkan peralatan manual berupa cangkul, mesin pompa air bertekanan tinggi, dan gergaji mesin atau chainsaw. Peralatan tersebut membantu tim memindahkan material tanah sekaligus memotong batang pohon dan bambu yang menghambat aliran sungai.
Ketebalan tanah longsor di lokasi kejadian masih mencapai sekitar satu meter. Karena itu, petugas terus menggunakan semprotan air bertekanan tinggi untuk mengurangi timbunan tanah yang menutupi area pencarian.
Komandan Tim Basarnas, Dudi Librana, menjelaskan bahwa timnya terus menggabungkan penyemprotan tanah dengan penyisiran aliran sungai. Petugas juga membersihkan puing-puing yang masih tersebar di sepanjang jalur pencarian.
Untuk memperkuat dukungan peralatan, Basarnas berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Badung dan manajemen Pelaga Eco Park. Koordinasi tersebut bertujuan mendatangkan tambahan mesin pompa air atau alkon agar proses pembersihan material berjalan lebih optimal.
Dudi menegaskan, tim SAR memprioritaskan pencarian di sepanjang aliran sungai yang berada tepat di bawah kawasan tenda glamping. Jika petugas belum menemukan korban di sektor utama, mereka akan memperluas penyisiran ke sektor berikutnya hingga mencapai bagian hilir.
Empat Tenda Glamping Dihantam Longsor
Longsor menerjang kawasan wisata Pelaga Eco Park pada Minggu (1/11/2026) malam. Material tebing yang runtuh menghantam empat unit tenda glamping dan menyebabkan kerusakan serius.
Tiga tenda mengalami kerusakan berat, sedangkan satu tenda lainnya terseret derasnya arus sungai yang meluap di sekitar lokasi.
Saat bencana terjadi, sebanyak 23 wisatawan tengah menginap di kawasan wisata tersebut. Sebanyak 21 orang berhasil menyelamatkan diri, tetapi dua wisatawan lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Kedua korban tersebut adalah Bangkit Mubarok (27), warga negara Indonesia (WNI), dan Sacha Erich Schubert (56), warga negara Jerman.
Tim SAR gabungan terus memperluas operasi dengan membersihkan timbunan tanah, memotong bambu dan pepohonan, serta menyisir aliran sungai hingga ke wilayah hilir.
Sulitnya akses menuju titik longsor menjadi tantangan utama dalam operasi tersebut. Meski demikian, petugas terus mengoptimalkan seluruh sektor pencarian untuk menemukan kedua wisatawan yang masih hilang.















