BONDOWOSO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso menyiapkan lima gerakan besar untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kemanfaatan bagi masyarakat selama periode 2026–2031.
Lima agenda tersebut dirancang dalam satu gerakan terpadu yang melibatkan seluruh lembaga dan badan otonom NU. Fokusnya tidak hanya pada penguatan struktur organisasi, tetapi juga pembinaan jamaah, kaderisasi, kemandirian ekonomi, dan pelayanan sosial.
Pilar pertama adalah penguatan jam’iyah. Agenda ini mencakup konsolidasi struktur organisasi, penguatan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan ranting, serta peningkatan administrasi organisasi melalui digitalisasi.
Pilar kedua diarahkan pada penguatan jamaah. PCNU Bondowoso ingin meningkatkan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, mengoptimalkan fungsi masjid dan musala, serta memperkuat pembinaan jamaah.
Baca juga: MWC NU Giligenting Ucapkan Selamat Atas Dilantiknya Kapus Giligenting Baru
Selanjutnya, penguatan kader menjadi pilar ketiga. Kaderisasi akan dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, kader perempuan, dan kalangan pemuda.
Regenerasi kepemimpinan juga menjadi bagian penting agar NU memiliki kader yang siap melanjutkan kepemimpinan organisasi sekaligus menghadapi berbagai tantangan.
Pilar keempat berkaitan dengan kemandirian. PCNU Bondowoso menempatkan pemberdayaan ekonomi warga NU sebagai prioritas melalui pengembangan UMKM, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan aset dan badan usaha NU.
Sementara itu, pilar kelima menitikberatkan pada kemanfaatan melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemanusiaan.
Kelima agenda tersebut dirangkum dalam semangat “Menguatkan Jam’iyah, Merawat Jamaah, Menyiapkan Kader, Membangun Kemandirian dan Menghadirkan Kemanfaatan”.
PCNU Bondowoso berharap seluruh elemen organisasi dapat menyatukan langkah sehingga program kerja tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.








