Hukrim  

Nelayan Temukan Tong Berisi 35 Paket Sabu di Laut Masalembu, Sumenep

35 paket sabu yang ditemukan nelayan Masalembu, kini diamankan oleh aparat gabungan TNI dan Polri untuk penyelidikan lanjutan
35 paket sabu yang ditemukan nelayan Masalembu, kini diamankan oleh aparat gabungan TNI dan Polri untuk penyelidikan lanjutan

SUMENEP – Empat nelayan asal Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dibuat geger setelah menemukan sebuah tong besi mencurigakan yang terapung di laut barat daya Pulau Masalembu. Temuan ini terjadi pada Rabu (28/5/2025).

Rasa penasaran membuat salah satu nelayan membuka tong pada Kamis (29/5/2025). Di dalamnya terdapat 35 bungkus paket yang sebagian besar masih tersegel rapat. Diduga kuat, paket-paket tersebut merupakan narkotika jenis sabu-sabu.

Para nelayan segera melaporkan temuan itu ke Koramil 0827/22 Masalembu. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Masalembu. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat gabungan dari TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi penemuan untuk mengamankan barang bukti serta meminta keterangan dari para saksi.

Pada Kamis malam, puluhan paket diduga sabu itu dibawa ke daratan Sumenep menggunakan kapal untuk dilakukan pengujian laboratorium. Bersamaan dengan itu, tim dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur juga diterjunkan lengkap dengan alat uji narkotika.

“Setelah dilakukan pengujian, hasilnya positif. Barang tersebut adalah sabu-sabu,” ungkap Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Yoyok Wahyudi dalam konferensi pers pada Jumat (30/5/2025).

Kepala Seksi Intelijen BNNP Jatim, AKBP Damar Bastian, menyatakan bahwa tong besi yang ditemukan sudah dalam kondisi berkarat. Tulisan pada permukaan tong mulai memudar dan catnya terkelupas, mengindikasikan bahwa benda tersebut kemungkinan telah lama mengapung di laut.

“Untuk memastikan berapa lama tong itu mengapung, apakah sudah berhari-hari, berminggu, atau bahkan berbulan-bulan, akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Pihak berwenang kini terus mendalami asal-usul tong besi tersebut, serta kemungkinan keterlibatan jaringan narkoba internasional yang memanfaatkan jalur laut di wilayah kepulauan.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *