FALIHMEDIA.COM – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan bahwa perjalanan dari Bumi ke Neptunus, planet terjauh dari Matahari, memerlukan waktu sekitar 12 tahun.
Waktu tersebut diambil dari hasil misi Voyager 2, pesawat ruang angkasa milik NASA yang berhasil mendekati Neptunus pada tahun 1989. Voyager 2 menjadi wahana pertama yang melakukan pengamatan langsung terhadap planet biru raksasa tersebut.
Perjalanan Panjang Voyager 2 ke Neptunus
Voyager 2 diluncurkan dari Bumi pada tahun 1977 dan baru mencapai Neptunus 12 tahun kemudian. Pesawat luar angkasa ini melintas sejauh 4.950 kilometer di atas kutub utara Neptunus dengan kecepatan rata-rata 19 kilometer per detik.
Jarak antara Bumi dan Neptunus mencapai sekitar 30 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke Matahari, menjadikannya salah satu perjalanan luar angkasa terpanjang yang pernah dilakukan manusia.
Sekitar lima jam setelah melewati Neptunus, Voyager 2 melintasi bulan terbesar Neptunus, Triton, yang menjadi objek terakhir yang berhasil dipelajari dari dekat oleh pesawat tersebut.
Fakta Menarik Tentang Planet Neptunus
Neptunus termasuk dalam kelompok planet raksasa gas, bersama dengan Jupiter, Saturnus, dan Uranus. Planet-planet ini memiliki diameter 4 hingga 12 kali lebih besar dari Bumi.
Berbeda dengan Bumi, Neptunus tidak memiliki permukaan padat. Lapisan atmosfernya terdiri dari hidrogen, helium, serta sejumlah kecil gas lain yang membentuk awan biru khas planet tersebut.
Menurut catatan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Voyager kini telah meninggalkan tata surya. Pesawat itu bergerak di atas bidang ekliptika dengan kecepatan sekitar 520 juta kilometer per tahun.
Voyager 2 sendiri kini melaju keluar dari tata surya dengan kecepatan 470 juta kilometer per tahun, menyelam di bawah bidang ekliptika pada sudut sekitar 48 derajat.
Sejarah Penemuan Neptunus
Neptunus menjadi planet pertama yang ditemukan melalui perhitungan matematika, bukan lewat pengamatan teleskop.
Pada tahun 1781, dua astronom — John Couch Adams dari Inggris dan Urbain Jean Joseph Leverrier dari Prancis — menggunakan perhitungan gravitasi untuk memprediksi adanya planet di luar Uranus yang memengaruhi orbitnya. Prediksi mereka kemudian terbukti benar setelah Neptunus berhasil diamati secara langsung.
NASA Sempat Kehilangan Kontak dengan Voyager 2
Beberapa waktu lalu, NASA sempat kehilangan kontak dengan Voyager 2, yang kini berada pada jarak 19,9 miliar kilometer dari Bumi.
Hal ini disebabkan oleh antena pesawat yang bergeser sekitar dua derajat, membuat wahana tersebut tidak dapat mengirim maupun menerima sinyal dari jaringan komunikasi Deep Space Network.
Meski begitu, NASA memastikan gangguan itu hanya bersifat sementara. Voyager 2 dirancang untuk menyetel ulang posisi antenanya secara otomatis beberapa kali dalam setahun. Penjadwalan penyetelan berikutnya dilakukan pada 15 Oktober 2025, di mana komunikasi diperkirakan akan kembali normal.
Sinyal Voyager 2 Kembali Terdeteksi
Kabar baik datang ketika Deep Space Network NASA berhasil menangkap sinyal lemah dari Voyager 2 selama pemindaian rutin di langit.
“Seperti mendengar detak jantung pesawat ruang angkasa, sinyal ini menegaskan bahwa Voyager 2 masih aktif dan berfungsi,” tulis akun resmi NASA JPL di platform X (Twitter).
Dengan pencapaian tersebut, Voyager 2 tetap menjadi salah satu pesawat luar angkasa paling bersejarah dalam eksplorasi tata surya, sekaligus bukti ketangguhan teknologi manusia dalam menjelajah ruang angkasa.









