SUMENEP – Madrasah Diniyah Khairul Wara’i menggelar Ikhtibar ke-14 di Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, dengan suasana religius dan penuh semangat. Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Lomba Shalawat Nabi yang berlangsung meriah dan sarat makna.
Panitia menyelenggarakan lomba shalawat ini sebagai bagian dari rangkaian Ikhtibar ke-14 sekaligus Haul Masyayikh dengan tema “Teduh, Teguh, Tangguh”. Melalui kegiatan ini, madrasah mendorong para santri untuk mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui seni Islami.
Puluhan santri dari berbagai jenjang pendidikan tampil percaya diri membawakan shalawat dengan iringan rebana. Mereka menunjukkan kekompakan tim, penghayatan yang mendalam, serta variasi shalawat klasik hingga modern yang tetap menjunjung nilai-nilai syariat Islam.
Ketua Panitia Ikhtibar ke-14, Tibyanto, menegaskan bahwa lomba shalawat memiliki nilai edukatif yang kuat bagi para santri.
“Kami mengadakan lomba shalawat nabi sebagai sarana menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, melatih mental santri agar berani tampil di depan umum, dan mempererat ukhuwah di lingkungan madrasah,” jelasnya.
Sejumlah ustaz, wali santri, tokoh masyarakat, serta alumni Madrasah Diniyah Khairul Wara’i turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka semakin menambah semarak acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Ikhtibar ke-14 sendiri menjadi agenda tahunan untuk mengevaluasi capaian pembelajaran santri selama satu tahun ajaran. Selain lomba shalawat nabi, panitia juga menggelar ujian kitab, hafalan, serta berbagai perlombaan keagamaan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Madrasah Diniyah Khairul Wara’i berharap mampu mencetak generasi santri yang unggul dalam keilmuan agama, berakhlakul karimah, serta memiliki kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad SAW.














