Kemiskinan Sumenep Turun Jadi 16,42 Persen, tetapi Garis Kemiskinan Naik 11,68 Persen

Avatar of Ariel Fauzi
Data penurunan kemiskinan Sumenep menjadi 16,42 persen pada Maret 2026
Infografis mengenai perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep berdasarkan data Maret 2026. (Foto: dok)

SUMENEP — Persentase penduduk miskin di Kabupaten Sumenep tercatat sebesar 16,42 persen pada Maret 2026. Angka tersebut turun 0,60 poin persentase dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 17,02 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, menyampaikan bahwa penurunan persentase tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin di wilayah setempat.

Kerjasama Media

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin Sumenep pada Maret 2026 mencapai 182,21 ribu jiwa. Jumlah itu berkurang 6,27 ribu jiwa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Garis kemiskinan justru meningkat

Di tengah penurunan jumlah penduduk miskin, garis kemiskinan di Sumenep mengalami kenaikan. Pada Maret 2026, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp582.282 per kapita per bulan.

Angka tersebut meningkat 11,68 persen dibandingkan Maret 2025 yang berada pada level Rp521.366 per kapita per bulan.

Selain itu, indikator kedalaman kemiskinan atau Indeks P1 tercatat sebesar 2,84. Angka ini naik 0,66 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2,18.

Sementara itu, perkembangan indikator kemiskinan tersebut menunjukkan bahwa penurunan jumlah penduduk miskin berjalan bersamaan dengan meningkatnya garis kemiskinan dan indeks kedalaman kemiskinan. Data ini menjadi bagian penting untuk melihat kondisi kesejahteraan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *