Ekonom  

Disperinaker Bangkalan Latih 112 Pencari Kerja, Siapkan Penempatan Kerja hingga Pendampingan

Wakil Bupati Bangkalan membuka pelatihan kerja berbasis kompetensi untuk pencari kerja di Bangkalan
Wakil Bupati Bangkalan Moch Fauzan Ja’far membuka pelatihan berbasis kompetensi bagi ratusan pencari kerja di Bangkalan.

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan kerja berbasis kompetensi. Melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker), pemkab melatih 112 pencari kerja dari berbagai kecamatan di Bangkalan, Rabu (20/5/2026).

Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far, membuka langsung program tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pelatihan kerja harus mampu menghasilkan tenaga kerja siap pakai dan terserap dunia industri.
Menurut Fauzan, pemerintah daerah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyiapkan pendampingan hingga penempatan kerja bagi peserta setelah program selesai.
“Pelatihan ini harus berkelanjutan. Jadi bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga ada penyaluran kerja, pengawasan, dan monitoring agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta,” ujarnya.
Pemkab Bangkalan menyusun program pelatihan tersebut sebagai langkah menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Disperinaker menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Tahun ini, Disperinaker membuka tujuh bidang pelatihan, meliputi konten kreator, desain grafis, pengelasan, instalasi listrik, menjahit, tata rias, serta pembuatan roti dan kue.
Fauzan optimistis peserta dapat langsung memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan karena pemerintah telah memilih bidang kejuruan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Bidang pelatihan yang kami buka memang menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Harapannya peserta bisa langsung terserap kerja,” katanya.
Sebelum mengikuti pelatihan, peserta menjalani sejumlah tahapan seleksi, mulai dari verifikasi administrasi, tes tulis, hingga wawancara. Disperinaker memilih 112 peserta dari lebih dari 200 pendaftar.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Disperinaker Bangkalan, Indah Sri Wahyuni, menjelaskan mayoritas pelatihan berlangsung selama 33 hari.
Namun, khusus pelatihan tata rias, Disperinaker hanya menggelarnya selama lima hari karena program tersebut masih berbasis pemberdayaan masyarakat dan belum mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Pelatihan berbasis kompetensi mengacu pada SKKNI dari pusat. Sementara tata rias masih berbasis masyarakat dengan fokus kemampuan dasar merias,” jelasnya.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh fasilitas gratis berupa seragam, alat tulis kantor (ATK), dan uang transportasi.
Disperinaker juga memprioritaskan peserta yang belum memiliki pekerjaan atau terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, tim seleksi mempertimbangkan bakat, minat, dan kesiapan peserta untuk bekerja setelah pelatihan berakhir.
Untuk memperbesar peluang kerja lulusan, Disperinaker Bangkalan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan pelaku industri. Pada bidang pengelasan, misalnya, pemerintah menggandeng enam galangan kapal untuk menyerap tenaga kerja lulusan pelatihan.
“Sudah banyak alumni yang bekerja di galangan kapal. Bahkan untuk bidang menjahit, ada alumni yang sudah menembus pasar internasional dan merekrut lulusan BLK lainnya,” pungkas Indah.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *