SUMENEP – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep terus memperkuat peran penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah desa. Upaya tersebut dilakukan melalui workshop yang digelar di KPRI Serba Usaha, Rabu (14/10/2026).
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas lima perwakilan OPD terkait dan 20 penggiat dari desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Kabupaten Sumenep.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sumenep, Suyanto, yang mewakili Kepala BNNK Sumenep Ferry Sandy Sitepu.
Suyanto menjelaskan, workshop tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para penggiat P4GN agar mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Peserta juga diharapkan dapat melakukan deteksi dini serta ikut membangun lingkungan kerja yang sehat dan bebas narkoba.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan program yang difasilitasi BNN. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara instansi pemerintah, pemerintah desa, dan pihak terkait agar gerakan antinarkoba dapat berjalan secara berkelanjutan.
Penggiat P4GN Didorong Aktif Melakukan Pencegahan
Melalui workshop tersebut, para penggiat P4GN diharapkan mampu menjalankan fungsi edukasi, pencegahan, dan pengawasan secara konsisten. Pelaksanaan program juga didorong mendapat dukungan anggaran internal dari masing-masing instansi.
Suyanto menegaskan, keterlibatan aktif OPD dan pemerintah desa menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lingkungan kerja dan masyarakat yang memiliki komitmen kuat menolak penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
“Dengan keterlibatan aktif OPD dan pemerintah desa akan terbentuk lingkungan kerja dan masyarakat yang berintegritas, sehat, serta memiliki komitmen kuat menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” jelasnya.
Ia juga mendorong penguatan komitmen pimpinan instansi, kepala desa, dan seluruh staf untuk menjalankan program P4GN secara berkesinambungan.
Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain menggelar sosialisasi secara rutin, memperkuat pengawasan internal, serta menerapkan langkah antisipatif sesuai ketentuan. Pelaksanaan tes urine secara berkala juga dapat dilakukan apabila diperlukan.
Diskominfo Sumenep Dukung Edukasi Antinarkoba
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah BNNK Sumenep dalam memperkuat penggiat P4GN di tingkat OPD maupun desa.
Menurut Indra, sinergi antarlembaga sangat penting untuk memperluas penyebaran edukasi dan informasi mengenai pencegahan narkoba kepada masyarakat.
Diskominfo Sumenep, lanjutnya, siap mengoptimalkan berbagai saluran komunikasi dan media milik pemerintah daerah untuk mendukung penyebarluasan informasi program Desa Bersinar serta edukasi P4GN.
“Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan berbagai saluran komunikasi dan media pemerintah daerah guna mendiseminasikan program Desa Bersinar dan edukasi P4GN, sehingga tercipta kesadaran kolektif untuk membentengi lingkungan kerja dan ruang publik dari bahaya narkotika,” tandas Indra Wahyudi kepada Media Center saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Melalui kolaborasi tersebut, BNNK Sumenep bersama OPD dan pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat edukasi, pengawasan, serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian, program P4GN dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi gerakan bersama di Kabupaten Sumenep.















