Lima Program Prioritas BKKBN Diperkenalkan di Kecamatan Pragaan

Candra Setiyawati menjelaskan lima program prioritas BKKBN di Kecamatan Pragaan
Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Pragaan Candra Setiyawati menjelaskan lima program prioritas BKKBN saat Apel Pagi Gabungan

SUMENEP – Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Pragaan, Candra Setiyawati, memperkenalkan lima program prioritas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada masyarakat.

Candra menyampaikan program tersebut saat Apel Pagi Gabungan di Kecamatan Pragaan, Senin (31/8/2026). Menurutnya, kelima program memiliki sasaran berbeda, tetapi bermuara pada penguatan keluarga agar lebih sehat, berdaya, dan berkualitas.

Lima program tersebut meliputi Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan SAKINA (Super Apps Keluarga Indonesia).

Candra menjelaskan, BKKBN mengembangkan kelima program itu untuk menjawab berbagai persoalan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, peningkatan peran ayah, pemberdayaan lansia, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Genting Fokus Cegah Stunting

Program pertama, Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, berfokus pada percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Program tersebut mendorong dukungan pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus pendampingan bagi keluarga yang memiliki risiko stunting.

Candra menilai keterlibatan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan keluarga berisiko memperoleh pendampingan dan dukungan yang sesuai.

TAMASYA Dukung Pengasuhan Anak

Program kedua, TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak, menyediakan layanan pengasuhan anak atau day care yang aman dan berkualitas.

Program ini terutama menyasar orang tua yang memiliki aktivitas pekerjaan sehingga membutuhkan layanan pengasuhan yang dapat mendukung tumbuh kembang anak.

“Yang kedua Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), yaitu penyediaan layanan pengasuhan anak atau day care yang aman dan berkualitas bagi orang tua bekerja,” ujar Candra saat memimpin apel pagi.

GATI Dorong Peran Aktif Ayah

Selanjutnya, BKKBN mendorong keterlibatan ayah melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Candra mengatakan, program GATI mengajak para ayah mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan sekaligus mendukung pembentukan karakter anak.

Peran tersebut tidak hanya berlangsung di rumah. Ayah juga dapat terlibat dalam berbagai aktivitas pendidikan dan perkembangan anak, termasuk mendampingi anak berangkat ke sekolah.

“Termasuk gerakan mengantar anak ke sekolah,” kata Candra.

Menurutnya, keterlibatan ayah dalam kehidupan anak dapat memperkuat hubungan keluarga sekaligus memberikan dukungan terhadap perkembangan anak.

SIDAYA Perkuat Pemberdayaan Lansia

Program keempat, SIDAYA atau Lansia Berdaya, menyasar kelompok lanjut usia.

Melalui program ini, BKKBN mendorong lansia agar tetap sehat, aktif, produktif, dan mampu menjalani kehidupan secara bermartabat.

Candra menyebut Kecamatan Pragaan mulai mengembangkan pemberdayaan lansia melalui sekolah lansia di Desa Aeng Panas.

“Sekolah lansia mulai diterapkan di Kecamatan Pragaan, ada di Desa Aeng Panas,” tegasnya.

Keberadaan sekolah lansia diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat lanjut usia untuk memperoleh pengetahuan sekaligus menjalankan aktivitas yang mendukung kualitas hidup mereka.

SAKINA Manfaatkan Teknologi Digital

Program kelima, SAKINA atau Super Apps Keluarga Indonesia, memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan informasi dan data keluarga.

Candra menjelaskan, SAKINA hadir sebagai layanan digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya BKKBN menghadirkan layanan keluarga yang lebih efektif di tengah perkembangan era digital.

Candra berharap masyarakat dapat mengenal dan memahami kelima program tersebut karena setiap program memiliki sasaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga.

Lima program prioritas BKKBN itu sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada satu persoalan, tetapi mencakup kesehatan, pengasuhan, peran orang tua, pemberdayaan lansia, hingga pemanfaatan teknologi.

FALIHMEDIA.com berkomitmen memberikan berita terkini, lugas dan akurat. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan mengikuti kami di: Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *