SITUBONDO – Angin kencang kembali menerjang wilayah Kabupaten Situbondo dan menyebabkan pohon kelapa tumbang hingga merusak rumah warga di Dusun Sukorejo Utara, RT 02/RW 04, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa tersebut menimpa rumah milik Budi Setyawan. Batang pohon kelapa menghantam bagian atap serta tembok kamar depan sehingga mengakibatkan kerusakan dengan kategori sedang.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa Budi bersama keluarganya berhasil menyelamatkan diri karena saat kejadian mereka berada di dapur.
“Angin kencang merobohkan pohon kelapa hingga menimpa rumah warga. Saat kejadian, pemilik rumah bersama keluarganya berada di dapur sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka,” ujar Puriyono, Kamis (23/7/2026).
Warga sekitar langsung bergotong royong memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin (chainsaw) dan sejumlah peralatan lainnya agar pohon tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Setelah menerima laporan, BPBD Situbondo mengerahkan personel Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Petugas juga menggandeng unsur Kecamatan Banyuputih, Polsek, Koramil, Tagana Dinas Sosial, pemerintah desa, serta perangkat dusun untuk mempercepat proses penanganan.
Selain membantu evakuasi, tim gabungan melakukan asesmen cepat guna mendata tingkat kerusakan bangunan, menghitung nilai kerugian, serta mengidentifikasi kebutuhan korban pascabencana.
Puriyono mengungkapkan hasil pendataan sementara menunjukkan rumah milik korban mengalami kerusakan sedang dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp5 juta.
BPBD Situbondo selanjutnya akan menyusun Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyaluran bantuan logistik maupun bentuk bantuan lain sesuai kebutuhan korban.
Saat proses pendataan berlangsung, kondisi cuaca di lokasi telah berangsur membaik. Meski demikian, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memangkas atau mengawasi pohon-pohon tinggi yang berada di sekitar rumah. Jika menemukan kondisi berbahaya atau terjadi bencana, segera laporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD agar petugas dapat melakukan penanganan secepatnya,” kata Puriyono.
BPBD Situbondo memastikan seluruh unsur terkait terus berkoordinasi dalam penanganan bencana, mulai dari evakuasi pohon tumbang, pendataan kerusakan, hingga penyusunan langkah penanganan lanjutan.
Berdasarkan data BPBD Situbondo, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia maupun korban luka. Kerusakan hanya terjadi pada bangunan rumah milik Budi Setyawan, sementara aktivitas masyarakat di sekitar lokasi telah kembali normal setelah proses evakuasi selesai.
















