Masyarakat Lembung Gelar Sarwah Secara Bergilir

Masyarakat Desa Lembung berkumpul dalam acara sarwah yang digelar secara bergilir dari rumah ke rumah, memperkuat kebersamaan dan nilai spiritual.
Masyarakat Desa Lembung berkumpul dalam acara sarwah yang digelar secara bergilir dari rumah ke rumah, memperkuat kebersamaan dan nilai spiritual. (Foto: Oki Suliyoni)

SUMENEP – Tradisi keagamaan masyarakat Desa Lembung kembali terlihat dalam momen penuh kebersamaan, yakni pelaksanaan sarwah yang digelar secara bergilir dari rumah ke rumah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga, Selasa (9/9/2025) malam.

Dalam acara sarwah, masyarakat berkumpul untuk membaca doa bersama, tahlil, dan sholawat, yang kemudian dilanjutkan dengan menikmati hidangan sederhana yang disiapkan oleh tuan rumah. Tradisi ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menghadirkan kehangatan sosial di tengah masyarakat.

Menurut tokoh setempat, pelaksanaan sarwah secara bergilir memiliki makna mendalam karena mengajarkan nilai gotong royong dan kebersamaan.

“Tradisi ini membuat masyarakat saling terikat, tidak hanya dalam aspek agama, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Islam, sarwah juga menjadi simbol persatuan. Warga Desa Lembung berharap tradisi ini tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.

Ikuti Kami Juga Google Berita