Aksi Massa Desak Kapolres Sumenep Copot Kasat Reskrim Terkait Dugaan Suap BSPS

Ratusan massa yang terdiri dari elemen mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumenep
Ratusan massa yang terdiri dari elemen mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumenep

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Ratusan massa yang terdiri dari elemen mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumenep, Jumat (15/8/2025). Mereka mendesak Kapolres Sumenep segera mencopot Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) yang diduga menerima suap dalam penanganan kasus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024.

Koordinator aksi, Zainurrozi, menyampaikan bahwa gerakan ini muncul sebagai bentuk kekecewaan atas penegakan hukum yang dinilai lebih berpihak pada pelaku korupsi daripada rakyat kecil.

“Keadilan tidak hadir begitu saja. Ia harus diperjuangkan. Jika hukum dikendalikan oleh oknum polisi yang tamak, maka hukum hanya berdiri untuk melindungi penjahat,” tegasnya.

Kasus dugaan suap BSPS mencuat setelah beredar kabar bahwa oknum penyidik menerima setoran untuk menghentikan proses hukum. Massa menilai praktik seperti ini merusak citra Polri dan mengkhianati prinsip keadilan.

Selain mengecam dugaan suap, massa juga menegaskan bahwa aksi mereka adalah bentuk pendidikan politik dan solidaritas bagi kelompok marhaen—termasuk buruh tani, nelayan, dan warga miskin—yang haknya kerap dirampas.

Dalam orasinya, Zainurrozi membacakan tiga tuntutan utama:
Kapolres Sumenep mencopot Kasat Reskrim yang terlibat suap.
Mengusut tuntas kasus BSPS hingga ke akar-akarnya.
Menghentikan dugaan budaya “setor” di tubuh Polri.

Ia menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti sebelum seluruh tuntutan tersebut terpenuhi.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *