Sumenep Luncurkan Logo Hari Jadi ke-757 Bertema “Songennep Jaja Rajja”, Simbol Budaya dan Kedaulatan

Bupati Sumenep meluncurkan logo resmi Hari Jadi ke-757 bertema Songennep Jaja Rajja dengan simbol budaya dan kedaulatan daerah
Peluncuran logo Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dengan tema Songennep Jaja Rajja di Taman Potre Koneng

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-757 yang akan diperingati pada tahun 2026, dengan mengusung tema “Songennep Jaja Rajja”, sebagai simbol kejayaan, kekuatan budaya, dan kedaulatan daerah baik daratan maupun kepulauan.

Peluncuran berlangsung di sisi timur Taman Potre Koneng dan dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Logo ini memuat filosofi mendalam tentang sejarah dan karakter masyarakat Sumenep sejak berdiri tahun 1269.

Simbol kejayaan, kearifan lokal, dan keteduhan. Gerbang bersejarah ini merepresentasikan marwah Keraton Sumenep yang menjadi pusat budaya dan peradaban. Di balik nama “Mesem” tersimpan nilai kepemimpinan: tegas namun bersahabat, berwibawa namun membumi.

Melengkung di atas logo membentuk angka 7 yang menyerupai celurit khas Madura. Lambang keberanian, kewaspadaan, dan kedaulatan rakyat Madura yang telah mengakar dalam jiwa masyarakat Sumenep.

Menegaskan Sumenep sebagai Kota Keris, simbol identitas dan spiritualitas. Tugu Keris dalam logo adalah representasi komitmen menjaga warisan leluhur dalam semangat “Jaja Rajja” berdaulat dan bermartabat.

Burung endemik Pulau Saobi di Kepulauan Kangean ini melambangkan kebebasan, ketahanan wilayah kepulauan, dan daya jelajah. Dengan tatapan tajam ke depan, burung ini mencerminkan visi masa depan dan keberanian menentukan arah sendiri.

Warna merah melambangkan keberanian dan semangat, sementara hijau mencerminkan keseimbangan, harmoni, dan religiusitas masyarakat.

Angka 757 disusun dinamis untuk menunjukkan kesinambungan sejarah dan semangat estafet kejayaan selama lebih dari tujuh abad.

“Logo ini bukan hanya identitas visual, tetapi pesan moral dan budaya yang kuat. Kami ingin seluruh masyarakat ikut merasakan semangat kejayaan Sumenep dan bersama-sama membangun masa depan,” ujar Bupati Sumenep, Sabtu (12/7/2025).

Menurutnya, Hari Jadi bukan sekadar perayaan nostalgia, tetapi momentum refleksi dan kebangkitan kolektif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan dengan rasa memiliki.

“Mari kita jadikan semangat ‘Songennep Jaja Rajja’ sebagai pondasi menuju Sumenep yang lebih sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing,” tutupnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *