SUMENEP – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini melalui kegiatan kunjungan edukasi yang diikuti 47 siswa TK/RA Darul Jalal bersama enam orang guru pendamping.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada para siswa dengan memperkenalkan program pembinaan kemandirian Batik Catra serta kesenian musik tradisional saronen yang dikembangkan oleh warga binaan Rutan Sumenep.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa berkesempatan melihat proses pembuatan batik, mulai dari tahapan pengerjaan kain hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai seni. Mereka juga menyaksikan pertunjukan musik tradisional saronen yang dimainkan oleh warga binaan.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias menyimak penjelasan mengenai proses membatik dan menikmati alunan musik saronen yang merupakan salah satu kesenian tradisional khas Madura.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang seni dan budaya lokal, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah.
Rutan Sumenep Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyambut positif kunjungan edukasi tersebut. Ia menegaskan bahwa rutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai program positif yang dijalankan di dalam rutan, sekaligus memberikan pengalaman edukatif bagi anak-anak.
“Kami menyambut baik kunjungan ini karena anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus mengenal seni membatik dan musik tradisional secara langsung. Kami ingin mengubah stigma bahwa Rutan dan Lapas merupakan tempat yang menyeramkan menjadi ruang yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap interaksi langsung melalui kegiatan edukasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aktivitas pembinaan yang berlangsung di Rutan Sumenep.
Selain memberikan wawasan kepada para siswa, kegiatan ini juga menjadi bentuk keterbukaan institusi pemasyarakatan dalam memperkenalkan kegiatan positif kepada masyarakat luas.
Batik Catra dan Saronen Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan
Program Batik Catra dan kesenian musik tradisional saronen merupakan bagian dari pembinaan yang bertujuan mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta potensi seni warga binaan.
Melalui kegiatan membatik, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai seni dan potensi ekonomi. Sementara itu, keterlibatan dalam kesenian saronen menjadi wadah untuk mengembangkan bakat musik sekaligus melestarikan budaya lokal.
Aditya menjelaskan bahwa pembinaan keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali berinteraksi dengan masyarakat.
Dengan memiliki keterampilan dan kemampuan yang produktif, warga binaan diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih baik serta berkontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Di sisi lain, pengenalan Batik Catra dan musik saronen kepada anak-anak juga menjadi upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia sejak dini.
Tanamkan Kecintaan terhadap Budaya Lokal Sejak Dini
Kunjungan edukasi 47 siswa TK/RA Darul Jalal tersebut menjadi salah satu upaya Rutan Sumenep untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan bermanfaat.
Pengenalan seni membatik dan musik tradisional diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Rutan Sumenep berharap masyarakat semakin memahami bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan perilaku, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan, kreativitas, dan potensi warga binaan.
Ke depan, kegiatan edukasi serupa diharapkan dapat terus menjadi sarana memperkuat hubungan antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian seni dan budaya Indonesia sejak usia dini.















