Edu  

Siswa YPAA Sumenep Belajar Membatik dan Mengenal Seni Saronen di Rutan

Siswa YPAA Sumenep belajar membatik Batik Catra bersama warga binaan di Rutan Sumenep.
Siswa Yayasan Pendidikan Al-Wathoniyah Al-Islamiyah (YPAA) Sumenep mengikuti kegiatan edukasi membatik Batik Catra bersama warga binaan saat berkunjung ke Rutan Sumenep, Rabu (4/11/2026).

SUMENEP – Sebanyak 103 siswa Yayasan Pendidikan Al-Wathoniyah Al-Islamiyah (YPAA) Kecamatan Kota Sumenep mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sumenep untuk mengikuti kegiatan edukasi, Rabu (4/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, para pelajar mengenal keterampilan membatik Batik Catra hingga menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional Saronen yang dimainkan warga binaan.

Para siswa mengikuti kegiatan dengan pendampingan tujuh orang guru. Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai pembinaan keterampilan sekaligus pelestarian budaya lokal di lingkungan pemasyarakatan.

Antusiasme peserta terlihat saat mereka menyaksikan proses pembuatan Batik Catra. Tidak sekadar melihat hasil karya, sejumlah siswa juga mencoba membatik bersama warga binaan dan mengenal tahapan pembuatan batik tulis.

Selain belajar membatik, para siswa menikmati penampilan kesenian Saronen yang dibawakan warga binaan. Kesenian tradisional khas Madura tersebut memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui pengalaman belajar yang lebih dekat dan interaktif.

Kegiatan ini memperlihatkan peran Rutan Sumenep dalam mengembangkan keterampilan warga binaan sekaligus membuka ruang edukasi bagi masyarakat. Program pembinaan tersebut juga memberi kesempatan kepada warga binaan untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka melalui karya seni serta budaya.

Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyambut positif kunjungan para pelajar YPAA. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini dapat memperluas wawasan generasi muda mengenai pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami ingin Rutan Sumenep menjadi wajah pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui Batik Catra dan kesenian Saronen, anak-anak dapat melihat bahwa warga binaan juga mampu berkarya, mengembangkan potensi, dan melestarikan budaya daerah. Harapannya, kunjungan seperti ini dapat memberikan pengalaman positif sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap lingkungan pemasyarakatan,” ujar Aditya kepada Media Center Diskominfo Sumenep.

Menurutnya, pengenalan hasil karya dan keterampilan warga binaan dapat membantu masyarakat memahami bahwa pembinaan pemasyarakatan juga membuka peluang pengembangan potensi diri.

Melalui kegiatan tersebut, Rutan Sumenep berupaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kunjungan siswa YPAA sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Batik Catra dan kesenian Saronen sebagai bagian dari kekayaan budaya Madura kepada generasi muda.

Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi pelajar terhadap budaya lokal, kreativitas, serta pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *